RADAR JOGJA – Kecelakaan maut terjadi antara sepeda motor dengan mobil pengantar uang, Isuzu Panther, di Jalan Dr Sutomo, tepatnya di atas jembatan layang Lempuyangan, Gondokusuman, Kota Jogja, kemarin (1/7). Peristiwa ini mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasatlantas Polresta Jogja AKP Imam Bukhori menyebutkan, pengendara sepeda motor adalah Suhendro, 69, warga Purbonegaran Gunungkidul, yang memboncengkan istrinya, Sri Eri Kristiani, 63. Untuk pengemudi mobil berinisial ES, warga Pituruh, Purworejo.

“Korban pria meninggal di lokasi kejadian dan istrinya mengalami patah tulang di bagian kaki. Namun hasil visum belum keluar. Petugas juga masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi di lapangan,” kata Imam.

Kecelakaan berawal saat pengendara motor dengan nomor polisi AB 2515 KS datang dari arah selatan menuju utara. Pengendara motor diduga ingin mendahului kendaraan di depannya melalui jalur kanan. Naas, dalam waktu bersamaan dari arah berlawanan meluncur Isuzu Panther dengan polisi S 1997 SKU.

Tabrakan pun tak terhindarkan. “Korban pengendara motor yang meninggal diduga mengalami benturan kencang di kepalanya,” tambah Imam. Titik tubruknya berada di posisi jalur mobil.

“Dugaannya, dilihat dari titik poinnya begitu, sepeda motor ingin mendahului. Karena ini di marka tidak terputus. Kalau dilihat di TKP, korban mental dan terbentur,” sambungnya.

Usai kejadian, para korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan jalur lalu lintas dibuka satu arah dari selatan menuju utara. Hal ini untuk memudahkan petugas saat proses pengumpulan bukti-bukti atau olah TKP.

Menurut warga di jembatan layang, Adiatma,18, saat kecelakaan dia mendengar suara benturan keras. “Saya langsung lari ternyata kecelakaan lalu lintas yang melibatkan motor dan mobil. Kejadian pastinya seperti apa saya kurang tahu. Saya hanya melihat korban laki-laki sudah tergeletak, sementara yang wanita sadarkan diri,” katanya.

Dia menambahkan, saat itu jalanan langsung ramai dan macet. Tak beberapa lama jalanan langsung ditutup. “Di situ langsung ada yang bertindak, karena mobil pengantar uang itu dikawal polisi juga,” tambahnya. (cr1/laz)