RADAR JOGJA – Ada yang istimewa di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Senin (29/6). Pendopo ini disulap sedemikian rupa menjadi pelaminan berkonsep virtual. Tak ketinggalan hiasan rangkaian bunga di beberapa sudut. Semakin lengkap dengan teknologi LED dan camera 360.

Pendopo Agung Hotel Royal Ambarukmo menjadi salah satu pusat pernikahan model daring ini. Adalah pasangan Darmansyah Nugraha, 29 dan Ardhia Amalia, 21 yang dinikahkan. Upacara pernikahan berlangsung khidmat meskipun mempelai dan penghulu harus memakai masker dan pelindung wajah.

Acara yang dimulai pukul 09.00 itu diawali pengecekan suhu tubuh, pemakaian hand sanitizer, masker, sarung tangan untuk semua yang hadir. Termasuk pasangan pengantin, petugas KUA, keluarga terbatas. “Acara ini gratis, full fasilitas, dan disiarkan langsung lewat Channel Youtube GM Production,’’ kata Direktur GM Production Yurry Apreto.

Acara ini digelar secara virtual serempak di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo dan beberapa kantor urusan agama (KUA) di Sleman, Bantul, dan Kulonprogo.  Diikuti 10 pasang pengantin.

Ya, pandemi Covid-19 berdampak besar di berbagai sektor. Termasuk pernikahan. Keinginan untuk mengadakan pesta pernikahan di tengah pandemi membuat penyedia jasa pernikahan berinovasi dengan menggelar resepsi secara virtual.

GM Production salah satu wedding organizer di Jogjakarta adalah penggagas pernikahan model virtual atau daring. Bekerjasama dengan Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) Sewon, Bantul serta Pemerintah DIJ, 10 pasangan dinikahkan secara virtual dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube.

Yurry mengatakan, pernikahan secara virtual disebut sebagai salah satu solusi. Dia bahkan mengklaim resepsi secara virtual tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. Bahkan di dunia. Dengan teknologi virtual calon mempelai tetap bisa menggelar resepsi secara aman sesuai dengan protokol Covid-19. Tamu undangan pun tetap bisa hadir dengan teknologi video call.

“Dengan pernikahan virtual ini, akan menghidupkan kembali sektor-sektor lain yang terpuruk karena pandemik. Pengusaha katering, perias pengantin, perhotelan, dan sektor lainnya,” ujarnya.

Ketua Fortais Sewon, Bantul Ryan Budi Nuryanto mengatakan, pernikahan virtual ini adalah agenda yang istimewa karena digelar bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Selain di Pendopo Royal Ambarukmo, sembilan pasangan lain dinikahkan secara virtual. Yakni, empat pasangan menikah di empat KUA di Sleman (Ngaglik, Depok, Turi, dan Gamping). Kemudian KUA di Bantul empat pasangan (Banguntapan, Kasihan, dan Piyungan) serta satu pasangan menikah di KUA Kokap, Kulonprogo.

Ryan mengatakan, prosesi pernikahan secara virtual tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi publik sebagai wujud kesiapan menyambut new normal. Serta menjadi solusi terbaik bagi calon pengantin yang ingin melangsungkan pernikahan di tengah pandemi Covid-19.”Semoga menjadi solusi terbaik bagi pasangan untuk menikah di situasi sekarang ini. Yang utama sah, baik secara agama dan negara. Serta aman untuk kesehatan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo menilai, kegiatan ini merupakan salah satu penggerak roda ekonomi bagi industri kreatif. Termasuk pariwisata. Pernikahan virtual menjadi salah satu kolaborasi antara pemilik usaha hotel, pelaku destinasi wisata, pekerja event dan sektor lainnya agar tetap produktif. (inu/din)