RADAR JOGJA – Masih ada orang tua yang kaget dengan PPDB jalur zonasi memprioritaskan usia. Padahal, di laman pendaftaran PPDB sudah termuat sosialisasinya dalam dasar dan cara seleksi.

Salah satu orang tua yang melakukan pengaduan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul adalah Yanti. Dia mengaku bingung dengan adanya prioritas usia. Dia khawatir anaknya kembali gagal masuk sekolah yang diharapkan. “Ini aturannya beda dengan tahun kemarin,” ujarnya saat dihadang Radar Jogja hendak meninggalkan Disdikpora Bantul, kemarin (29/6).

Sebelumnya, Yanti telah mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Sewon melalui jalur prestasi. Tapi dia tidak melakukan pendaftaran ulang sesuai waktu yang telah ditentukan. Akibatnya, anak Yanti harus berjuang di jalur zonasi. “Tidak masalah menggunakan usia, tapi anak saya banyak prestasinya. Saya mengajukan kesalahan kok tidak dipertimbangkan,” ketusnya.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Bantul Tri Kartika Rina pun mengaku menerima keluhan dari orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya melalui jalur zonasi. Dia lantas menjelaskan jika dalam jalur zonasi, prioritasnya adalah usia, lalu pilihan sekolah, dan pendaftar pertama yang melakukan ajuan.

“Masyarakat kita ini masih berbudaya lisan, bukan literasi. Jadi masih terkejut karena tidak membaca petunjuk teknis (juknis),” paparnya.

Dipaparkan, menurut Permendikbud No 44/2019 tentang PPDB TK SD SMP SMA SMK terdapat aturan yang mengatur usia sebagai acuan. Rentang usia anak memiliki tingkat kedewasaan dan emosional yang berbeda. “Jadi jika anak dipaksakan masuk sekolah terlalu dini, secara psikologis dia belum siap,” sebutnya.

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menjelaskan, dalam PPDB online yang diselenggarakan tahun ini, dinasnya bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul. Calon siswa yang mendaftarkan diri ke sekolah harus memasukkan nomor induk kependudukan (NIK), sehingga usia yang menjadi prioritas utama tidak dapat dipalsukan.

Kerja sama Disdikpora dan Disdukcapil ini turut meminimalisasi kemungkinan kecurangan lain. Di mana orang tua memindahkan anaknya ke kartu keluarga (KK) dekat sekolah tujuan. Jika calon siswa pindah KK kurang dari setahun, NIK-nya masih akan tercatat berdomisili di KK lama. “Jadi minimal harus terdaftar satu tahun di wilayah itu. Kalau belum satu tahun, mereka tidak bisa daftar,”  tandasnya. (cr2/laz)