RADAR JOGJA – Remaja Masjid Tiban di Desa Jenar Kidul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, dilatih membatik pada kerajinan kayu. Mereka diharapkan dapat berwirausaha.

Pelatihan diberikan oleh Widiyanto, perajin batik kayu dari Batik Kayu Wijaya, Wooden Craft, and Souvenir. Lelaki empat puluh tahun itu mengajarkan keterampilan tersebut dengan gratis.

Dia berharap, setidaknya para remaja dan pemuda tersebut mendapatkan pengalaman baru selama pandemi virus korona (Covid-19). Keterampilan yang dimiliki dapat menjadi bekal membuka usaha sambilan.

“Niat saya sederhana saja. Agar anak-anak itu memiliki keahlian wirausaha setelah dewasa nanti. Kalaupun tetap bekerja, setidaknya punya kemampuan berbeda dibanding yang lain,” kata Widiyanto kemarin (29/6).

Pelatihan membatik ini belum lama dilaksanakan. Dimulai Rabu lalu (24/6). “Ada beberapa macam hasil kerajinan yang diberikan pelatihan seperti tempat tisu, gantungan kunci, dan barang kerajinan lain,” imbuh Widiyanto.

Usai menguasai keterampilan mengolah bahan kayu, mereka bakal diajari membuat pola batik. Langkah ini untuk menentukan motif yang pas untuk produk kerajinan yang dibuat.

“Secara pribadi, saya terdorong untuk mengajak anak-anak ini berlatih. Apalagi, saat ini anak sudah memasuki liburan sekolah dan tidak ada tanggungan harus tetap belajar di rumah,” imbuhnya.

Widiyanto berpendapat prospek industri kerajinan sangat cerah. Banyak orang meminati hasil kerajinan kayu.

Dia optimistis dunia kerajinan akan pulih setelah pandemi Covid-19 berakhir. “Jadi, ini memang masih tetap menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” tambahnya.

Ketua Remaja Masjid Tiban Jenar Kidul Agung Pamungkas mengaku senang ada kegiatan positif yang diberikan kepada anak-anak muda di kampungnya. Meski terlihat sederhana, ujarnya, ternyata lumayan berat untuk mampu menguasai pembuatan kerajinan kayu tersebut.

“Kuncinya adalah telaten dan mau belajar. Mumpung ada yang bersedia memberikan pelatihan, maka kami sambut antusias tawaran ini,” kata Agung.  (udi/amd)