RADAR JOGJA – Satu persatu objek wisata (obwis) di Kabupaten Kulonprogo diuji coba sebelum dibuka di masa new normal pandemi Covid-19. Kali ini, Obwis Kalibiru menggelar simulasi pembukaan wisata dengan protokol kesehatan.

Sekretaris Dispar Kulonprogo, Nining Kunwantari mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi, Kalibiru laik dibuka kembali setelah new normal diterapkan. Beberapa kekurangan yang harus segera dilengkapi, salah satunya wastafel di setiap spot.  Sementara ini, baru ada dua objek wisata di Kulonprogo yang sudah melakukan simulasi pembukaan. Selain Kalibiru, yakni Obwis Pule Payung, Kokap dan Kalibiru. Rencananya, simulasi serupa juga akan dilakukan di Obwis Pantai Glagah. ”Kesiapan sarpras penunjang protokol kesehatan diserahkan sepenuhnya kepada pengelola,” jelas Nining Senin (29/6).

Ditegaskan, bagi obwis yang sudah menggelar simulasi dan dinyatakan baik, maka besar kemungkinan bisa dibuka kembali. Kendati demikian pihaknya tetap melakukan pemantauan jika sewaktu-waktu ditemui obwis yang melanggar protokol kesehatan. Termasuk melanggar pembatasan jumlah kunjungan yang maksimal hanya 50 persen dari total kapasitas obwis. ”Bila melanggar akan ditutup kembali,” tegasnya.

Ketua Pengelola Obwis Kalibiru, Sudadi mengatakan, simulasi melibatkan seluruh pelaku wisata, termasuk pengelola jip, ojek hingga pemilik warung di sekitar obwis. Simulasi, juga diikuti jajaran Dinas Pariwisata Kulonprogo dan DIJ, serta instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo.

Dalam simulasi ini, petugas dari unsur gabungan pemerintah sempat memeriksa penerapan protokol kesehatan, di antaranya penyediaan tempat cuci tangan, pemasangan tanda jaga jarak dan imbauan mengenakan masker yang berlaku bagi pengunjung maupun petugas wisata yang berada di Kalibiru. Sebanyak 20 wastafel terpasang di setiap spot foto. Tempat cuci tangan juga disediakan di setiap warung. ”Lalu pengadaan alat pengukur suhu tubuh dan penyemprotan cairan disinfektan,” jelas Sudadi.

Guna menghindari kontak langsung antara pengunjung dan petugas loket, pengelola memasang sekat berbahan akrilik di tempat pembayaran tiket. Uang yang dibayarkan ditempatkan di nampan khusus, kemudian diambil petugas. ”Sehingga tidak ada sentuhan langsung,” kartanya.

Ditambahkan, pihaknya juga menyediakan layanan pemesanan tiket secara online dan pembayaran tiket dengan sistem virtual. Diharapkan, dengan telah diterapkannya protokol kesehatan, Klibiru bisa dibuka kembali. (tom/bah)