PEMBELAJARAN pada masa pandemi Covid-19 memaksa guru menyajikan pembelajaran yang berbeda. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian, sampai tindak lanjut yang dilakukan. Berbagai penyesuaian harus dilakukan dengan tetap berorientasi pada kepentingan siswa sebagai subjek utama pembelajaran.

Dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 mengenai pembelajaran di masa pandemi, tertulis bahwa pembelajaran tidak harus menuntaskan kurikulum. Pembelajaran yang disajikan merupakan pembelajaran bermakna dan memuat kecakapan hidup. Surat edaran tersebut dikeluarkan ketika akhir tahun ajaran. Namun, sebagai guru harus bisa menyikapinya ketika tahun ajaran baru telah datang.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa tidak sedikit guru yang bingung untuk menyajikan pembelajaran jarak jauh pada awal tahun ajaran. Jika pembelajaran hanya difokuskan pada kecakapan hidup tanpa menyentuh kurikulum akan membuat siswa menjadi bosan. Dampak lain yang bisa muncul juga siswa tidak mengenal kurikulum yang nantinya akan ditemuinya ketika sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka kembali.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan wadah yang tepat untuk berdiskusi menghadapi permasalahan yang dihadapi. Sebagaimana tertuang dalam Rambu-Rambu Pengembangan Kegiatan KKG dan MGMP (Kemdiknas, 2010: 10) bahwa hasil dari kegiatan KKG diantaranya memberi kesempatan kepada guru untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik.

Pada kegiatan KKG, pengurus dan anggota KKG mendiskusikan perencanaan kegiatan pembelajaran yang dapat digunakan secara daring atau luring sehingga seluruh anggota KKG dapat menggunakan perencanaan tersebut. Tentunya disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.

Kegiatan diawali dengan musyawarah anatara pengurus KKG kelas. Hasil musyawarah tersebut diteruskan ke anggota KKG untuk ditindaklanjuti. Pembagian tugas antaranggota KKG pun dapat dimusyawarahkan di grup anggota. Hasilnya, rencana pembelajaran jarak jauh masing-masing kelas dapat tersusun untuk nantinya digunakan di sekolah masing-masing.

Melalui gotong royong yang dilakukan di dalam forum KKG, berbagai kendala yang dihadapi guru dapat teratasi. Saling berbagi pengalaman, saling memberi masukan, serta saling bertukar pikiran dalam mencapai kesepakatan yang dapat digunakan oleh semua pihak. Tidak lupa dukungan dari Dinas Pendidikan juga kan memperlancar kegiatan KKG. (ila)

*Penulis merupakan Guru SDN 2 Sukorejo dan fasilitator nasional Tanotofoundation.