RADAR JOGJA – Langkah pencegahan dan penanganan Covid-19 butuh aksi nyata agar secepatnya bisa tuntas teratasi. Upaya perlindungan kesehatan masyarakat setelah adanya perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di DIJ perlu pelibatan semua elemen masyarakat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja Eko Suwanto menegaskan hal ini di sela aksi berbagi alat pelindung diri berupa face shield dan masker. Pembagian dilakukan oleh Gugus Tugas Lawan Covid-19 DPC PDI Perjuangan Jogja di Terminal Giwangan, Kota Jogja, Senin (29/6).

“Covid masih mengancam. Di masa tanggap darurat yang diperpanjang untuk DIJ sampai 31 Juli 2020 ini,  mari kita cegah dan pastikan tidak ada penularan lagi. Aksi nyata kita lakukan dengan pembagian APD berupa face shield, masker  juga penyemprotan disinfektan di fasilitas publik, seperti terminal dan pasar,” kata Eko.

Sesuai data dari posko terpadu DIJ hingga 28 Juni 2020 di DIJ tercatat ada 1.842 pasien dalam pengawasan dengan 65 orang tengah dalam perawatan. Ada 306 pasien positif dan 260 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang meninggal.  Masih ada 115 orang yang masih dalam proses dengan 26 orang meninggal dan 1421 dinyatakan negatif Covid-19. Sementara total data orang dalam pengawasan (ODP) ada 7564

Secara rutin dan berkala langkah edukasi dan kerja nyata dengan aksi berbagi APD ini bertujuan untuk agar masyarakat luas memahami dan menerapkan protokol kesehatan, jaga kesehatan dan jaga lingkungan agar selalu hidup bersih dan sehat.

Kegiatan aksi peduli dan bakti sosial yang dimulai pukul 10.00 WIB di Terminal Giwangan Jogja akan menyasar pengemudi sopir bus dan penumpang.

Acara yang dimulai dari parkiran sisi barat Terminal Giwangan tepatnya di kantin milik Aceng. Ketua Ranting PDI Perjuangan Giwangan ini dilakukan oleh tim Gugus Tugas Lawan Covid-19 dengan Ketua Susanto Dwi Antoro dan Sekretaris Endro Sulaksono bersama PAC PDI Perjuangan Umbulharjo,  Satgas Andika Wiratama, Polsek Umbulharjo,  Dinas Perhubungan Kota Jogja dan pengelola UPT Terminal Giwangan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Susanto Dwi Antoro menyebutkan dalam aksi peduli dan berbagi masker, face shield ini pihaknya juga berusaha mendapatkan masukan dari masyarakat Jogja berkaitan dengan  program pencegahan dan penanganan Covid-19 yang dijalankan pemda. (ila)