RADAR JOGJA – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) melakukan uji coba pembukaan operasional Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan dan Ratu Boko, Rabu (1/7) mendatang. Setelah izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DIJ terbit.

“Pemberian izin untuk uji coba pembukaan operasional ini berdasarkan keberhasilan pelaksanaan protokol kesehatan bagi pengunjung pada saat simulasi protokol yang telah dilakukan sebanyak tiga kali dengan melibatkan banyak pihak terkait,” jelas Direktur Utama PT TWC Borobudur Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono di Candi Prambanan, Senin (29/6)

Pihaknya mengklaim PT TWC sanggup melaksanakan protokol kesehatan secara ketat kepada wisatawan yang berkunjung. Mulai dari menerapkan peraturan dan pembatasan jumlah pengunjung. 

“Langkah ini sesuai dengan anjuran pemerintah terkait social/physical distancing bagi tiap wisatawan yang berkunjung di destinasi yang dikelola PT TWC,” katanya.

Pembelian tiket secara langsung dibatasi hanya 70 persen. Guna mengurai antrean pengunjung di loket, pengunjung dianjurkan untuk melakukan pembelian tiket secara daring.

Jam operasional TWC Prambanan dimulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00, sedangkan Ratu Boko pukul 10.00 hingga 18.00. Pembersihan semua peralatan protokol kesehatan yang telah digunakan oleh wisatawan dilakukan di jeda istirahat pada pukul 12.00 hingga 13.00.

“Selama masa uji coba pembukaan operasional ini, untuk kehati-hatian kami akan melakukan pembatasan jumlah pengunjung hanya 20 sampai 25 persen atau maksimal 1.500 orang per hari,” katanya.

PT TWC juga bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIJ Pada zona I Candi untuk pembatasan jumlah pengunjung. Wisatawan tidak diperkenankan untuk naik ke atas Candi Prambanan dan dapat menikmati keindahan candi dari pelataran zona I.

Pelaksanaan uji coba di Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko, lanjut Edy, akan dimonitoring oleh tim dari pemerintah daerah. Dia berharap penerapan ini dapat menjadi percontohan dalam pelaksanaan protokol kesehatan di era New Normal Pariwisata.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo menyatakan telah memberi izin uji coba pembukaan operasional di kawasan TWC ini. Dia menegaskan pembatasan pengunjung harus dilakukan dan menjadi bagian dari tahapan dari sebuah pembukaan destinasi wisata.

“Kami yang selalu mengikuti langsung acara simulasi Protokol Kesehatan, percaya PT TWC dapat melaksanakan protokol dengan profesional. Dalam masa uji coba, upaya evaluasi akan dilakukan,” katanya. (sky/tif)