RADAR JOGJA – Seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Sleman telah membuka layanan rapid dignostic test (RDT) secara mandiri. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan 25 puskesmas yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Sleman, sudah bisa melayani RDT. Oleh karena itu, masyarakat bisa langsung menuju puskesmas terdekat dengan besaran tarif RDT mandiri di puskesmas saat telah diatur dengan Peraturan Bupati Nomor 26.2/2020.

Joko menuturkan, jumlah nominal yang harus dibayar sebesar Rp 210 ribu. Ditambah dengan biaya periksa dokter dengan surat keterangan sebesar Rp 20 ribu. Jumlah tersebut harus dibayarkan dengan alasan program rapid test mandiri dilakukan dengan pengadaan secara mandiri. “Untuk tarif sudah ada Perbupnya, sedangkan untuk rapid test mandiri kami tidak menggunakan rapid test kit program, tapi pengadaan tersendiri,” jelas Joko Minggu (28/6).

Sementaea itu, Kepala Puskesmas Mlati II, Veronika Evita Setianingrum mengaku layanan rapid test mandiri di Puskesmas Mlati II telah dibuka sejak Senin (22/6) lalu. Hingga saat ini terdapat satu atau dua orang yang melakukan rapid test per harinya.

Untuk prosedurnya, tambah Evita, pasien hanya perlu datang dan petugas yang akan mengarahkan pasien ke poli batuk atau poli screening Covid-19 kemudian untuk mendaftar. Hasil dari laboratorium pasien, akan keluar pada hari yang sama. “Setelah petugas mengambil sampling darah pasien, maka pasien menunggu hasil dan membayar ke kasir,” ungkapn Evita.

Jika nantinya ada hasil RDT yang reaktif, maka pihaknya akan langsung membuatkan surat rujukan test swab ke rumah sakit. Namun jika hasilnya non reaktif, disarankan untuk melakukan rapid test lagi dalam jangka waktu tujuh hingga sepuluh hari ke depan. “Tergantung keperluannya. Jika untuk perjalanan disarankan cek ulang di tempat atau kota tujuan,” katanya. (eno/bah)