RADAR JOGJA – Raut bahagia dan haru terlihat di wajah Darmansyah Nugraha, 29, warga Sewon, Bantul dan pasangannya Ardhia Amalia, 21, warga Cilacap, Jawa Tengah. Keduanya baru saja merampungkan ijab kabul secara virtual di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo. Selain mereka, ada sembilan pasang pengantin lain yang mengikuti prosesi ini.

Kesepuluh pasang pengantin ini merupakan peserta nikah bareng virtual 2020. Selain di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, juga berlangsung di empat KUA Kabupaten Sleman, empat KUA Kabupaten Bantul dan satu KUA di Kokap Kulonprogo.

“Nikah Bareng Virtual adalah solusi seremonial ijab kabul dan pernikahan di tengah pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Pertama kali di Jogjakarta bahkan Indonesia,” jelas kreator Virtual Wedding Yurri Apreto, Senin (29/6).

Sosok yang tergabung di GM Production ini tak menampik pandemi Covid-19 memberi efek besar. Mayoritas pasangan memilih untuk membatalkan seremonial pernikahan. Imbasnya tak sedikit wedding organizer dan industri kreatif yang gulung tikar. 

“Kami memastikan bahwa wedding organizer maupun pelaku industri pernikahan secara umum di Jogjakarta sudah siap menerapkan protokol Covid-19,” tegasnya.

Proses ijab kabul memanfaatkan gawai dan juga jaringan internet sebagai perantara. Khusus di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, memanfaatkan kamera 360 dan tiga layar LED besar sebagai latar belakang panggung pelaminan, menampilkan lokasi destinasi wisata di DIJ. Mulai dari Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Sesekali menampilkan suasana di masing-masing KUA.

“Pandemi telah membawa dampak terhadap ritual sosial budaya. Menikah itu adalah ibadah yang indah dan Insyaallah saat ini bisa standar SOP kesehatan,” ujar Ketua Fortais Sewon Bantul Ryan Budi Nuryanto.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Rahardjo turut hadir sebagai saksi pernikahan di Pendopo Agung Royal Ambarukmo. Menurutnya, pernikahan virtual bisa menjadi solusi bagi para calon pengantin untuk mengikat janji suci di tengah situasi pandemi.

Di satu sisi kolaborasi ini turut menjadi bukti bangkitnya industri kreatif di DIJ tanpa meninggalkan protokol kesehatan Covid-19. Tak hanya Fortais dan wedding organizer tapi juga perhotelan dan asosiasi wisata.

“Ini adalah wujud kolaborasi yang apik. Pertama tentu dari wedding organizer. Lalu Asita yang memberikan paket bulan madu. PHRI yang support untuk hotel Royal Ambarukmo. Ada organda transportasi pariwisata yang juga memberikan bantuan. Belum lagi jasa industri kreatif lainnya, seperti penyedia atau pekerja event itu sendiri,” katanya.(dwi/tif)