RADAR JOGJA – Berita duka menimpa instansi kepolisian di Jogjakarta. Salah seorang anggota Polsek Turi, Sleman, meninggal dunia diduga karena kelelahan setelah melakukan aktivitas bersepeda. Peristiwanya Minggu (28/6), di Dusun Bangunharjo, Bangunkerto, Turi, Sleman.

Diketahui korban adalah Aiptu Sutriyatna. Pria berusia 54 tahun ini meninggal dunia di wilayah Jalan Agrowisata Turi, sekitar pukul 07.00. Kapolsek Turi AKP Catur Widodo saat dikonfirmasi membenarkan, kejadian ini dan merupakan anggotanya.

Aiptu Sutriyatna diketahui meninggal setelah bersepeda pagi dengan ketiga temannya yang merupakan warga Dusun Jurugan, Bangunkerto, Turi. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan ginjal, sehingga dugaan penyebab meninggal karena kelelahan. “Beliau meninggal karena kelelahan, serta ada riwayat penyakit jantung dan ginjal,” kata Catur saat dikonfirmasi Minggu (28/5).

Diceritakan, Sutriyatna dikenal sebagai anggota yang cukup aktif dalam ketugasannya sebagai anggota polisi di wilayah Turi. Selain itu almarhum juga tidak pernah mengeluh sakit, namun pihak keluarga sudah mengetahui riwayat penyakit korban.

“Pihak keluarga menerima dengan ikhlas karena sudah tahu tentang kondisi kesehatan Aiptu Sutriyatna. Korban juga sudah dimakamkan di TPU Dusun Jurugan, Bangunkerto, Turi, sekitar pukul 14.00 tadi (kemarin, Red),” ujar Catur.

Sebelumnya, Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol I Made Agus Prasatya mencatat ada 48 kasus kecelakaan yang melibatkan pesepeda atau goweser yang terjadi di DIJ selama periode Maret hingga Mei 2020. Empat di antaranya bahkan sampai meninggal dunia.

Dia mengatakan banyak faktor yang menjadi penyebab kenapa para penggowes menjadi korban kecelakaan, paling banyak karena kurang patuh terhadap aturan. Sebagian besar kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pesepeda terjadi di jalan umum atau jalur utama. “Bisa  karena pengendara sepeda kurang berhati-hati saat menyeberang dan berkendara secara bergerombol,” ucapnya.

Melihat kondisi itu, Made menyatakan pihaknya akan melakukan langkah-langkah semacam imbauan hingga teguran terhadap para pesepeda apabila melakukan pelanggaran. Polisi juga akan diterjunkan untuk mengawasi wilayah rawan kecelakaan.

“Namun yang paling penting adalah semua pengendara harus saling menghormati saat berada di jalan. Sepeda juga jangan sembarangan mengambil semua jalur,” ujar perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini. (inu/laz)