RADAR JOGJA – Pengelola destinasi wisata di Kabupaten Magelang dapat membuka kembali tempat wisata setelah ditutup sejak pandemi virus korona (Covid-19) beberaap bulan lalu. Mereka boleh beroperasi setelah mendapatkan izin dari Pemkab Magelang.

“Penyelenggara kegiatan harus mengajukan permohonan. Kalau ada pengajuan akan ada cek lokasi bagaimana kesiapannya,” jelas Bupati Magelang Zaenal Arifin Minggu  (28/6).

Saat ini baru pengelola Candi Borobudur yang mengajukan permohonan. Tempat wisata ini telah dibuka kembali mulai Kamis (25/6). Izin diberikan setelah melalui berbagai tahapan mulai kajian dan simulasi.

Kepala Disporapar Jawa Tengah (Jateng) Sinung N. Rachmadi menjelaskan, daya tarik wisata di seluruh Jateng baru akan dibuka setelah melalui mekanisme tersebut. “Daya tarik wisata kurang lebih sekitar tujuh ratus objek. Yang sudah melaporkan kepada kami baru Candi Borobudur. Yang lainnya, persiapan untuk dilaporkan kepada kami,” jelasnya.

Beberapa objek wisata telah melakukan persiapan simulasi. “Akhir Juni ada taman wisata Guci, Baturaden, dan Tawangmangu. Seperti Dieng, Surakarta, Pati, sedang persiapan,” ujarnya.

Menurutnya, para pelaku wisata telah sepakat melakukan penilaian diri secara internal (self assesment). “Setelah simulasi akan meminta izin kepada gugus tugas setempat dan memberitahukan kepada provinsi. Baru setelah dievaluasi, melakukan uji coba. Harapannya, Candi Borobudur menginspirasi,” ungkapnya. (asa/amd)