RADAR JOGJA – Masa tanggap darurat Covid-19 di DIJ diperpanjang hingga 31 Juli 2020. Kebijakan pemerintah DIJ ini membutuhkan disiplin masyarakat agar langkah pencegahan dan penanganan penyakit menular baru bisa optimal.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja menegaskan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dari semua pihak. Termasuk disiplin semua pihak jalankan protokol kesehatan, terutama di keramaian seperti pasar tradisional.

“Di pasar, di pusat keramaian adalah titik rawan penularan Covid-19. Sejumlah pasar di DIJ harus ditutup sementara waktu setelah ditemukan laporan kasus pasien positif, ini harus diantisipasi dengan disiplin jalankan protokol kesehatan,” kata Eko, Minggu (28/6).

Berkaitan dengan adanya perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 tersebut PDI Perjuangan Kota Jogja berbagi alat pelindung diri berupa masker dan face shield untuk para pedagang pasar di Pasar Beringharjo.

“Sesuai komitmen sejak awal pandemi, PDI Perjuangan aktif bergerak lakukan edukasi dan aksi nyata, berbagi APD untuk pedagang pasar,” kata Eko.

Kegiatan aksi peduli dan berbagi APD di Pasar Beringharjo bagi pedagang pasar di sisi timur diikuti juga dengan penyemprotan desinfektan. Ketua Gugus Tugas Lawan Covid-19 DPC PDI Perjuangan Jogja Susanto Dwi Antoro menjelaskan, langkah berbagi APD dan penyemprotan disinfektan telah dilakukan secara berkala ke sejumlah fasilitas publik.

“Gugus Tugas Lawan Covid-19 DPC PDI Perjuangan Kota Jogja bantu agar pedagang bisa selalu sehat, face shield dan masker semoga bisa melindungi pedagang yang banyak interaksi dengan beragam konsumen,” katanya.

Selama masa perpanjangan tanggap darurat, PDI Perjuangan secara rutin melakukan penyemprotan dan membagikan face shield di 30 pasar tradisional secara bertahap.  Langkah ini dijalankan sebagai wujud kehadiran partai ditengah tengah rakyat. (ila)