RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 menyumbang peningkatan kemiskinan di Kota Jogja tahun ini.  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Agus Tri Haryono mengatakan, angka kemiskinan meningkat tujuh  persen selama wabah korona ini.

Dalam menghitung atau memprediksi parameter ini, terdapat asumsi yang mendasari yaitu tiga skenario pesimistis, moderat, dan optimistis. “Kita tidak tahu Covid-19 seperti apa, maka kita prediksi dengan skenario yang terburuk yaitu pesimistis. Kalau moderat itu tengah, optimistis sudah mau membaik,” katanya Minggu (28/6).

Agus menjelaskan selama pandemi target kinerja menjadi berubah. Dari ketiga asumsi skenario itu dipakai target kinerja yang terburuk yakni pesimistis. Sehingga akan mempengaruhi banyak aspek, termasuk pertumbuhan ekonomi yang diasumsikan bisa minus 2,2 persen sesuai asumsi pesimistis, 0,35 persen berdasar asumsi moderat, dan 2,07 persen berdasar asumsi optimistis. “Kondisi terburuk ini yang mungkin terjadi di Kota Jogja hingga akhir tahun, karena kami nggak tahu pandemi ini sampai kapan,” ujarnya.

Artinya ini mengambil kemiskinan yang paling drop. Pengangguran akan semakin bertambah dengan persentase lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi juga akan pesimistis. “Di lapangan kan terasa. Menyamai dengan tahun kemarin susah. Maka ini bisa disiapkan untuk upaya maksimal dalam mengantisipasi,” tandasnya.

Dia mencatat angka kemiskinan di Jogja tahun 2020 berdasarkan asumsi pesimistis ditetapkan 13,97 persen, berdasarkan asumsi moderat 12,4 persen, dan berdasarkan asumsi optimistis 10,6 persen. Namun terakhir angka kemiskinan di Kota Jogja mencapai lebih dari 10 persen sekitar 10 tahun lalu. “Bisa digenjot paling triwulan akhir, itu pun hanya lokal DIJ dan sekitarnya. Karena kita ditopang dari wisata itulah kita chaos ibaratnya,” terangnya.

Sektor jasa pariwisata menjadi penopang andalan. Tetapi di sisi lain banyak pekerja di sektor ini justru harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi inilah yang menyebabkan angka kemiskinan mengalami kenaikan.

Berdasarkan asumsi pesimistis, selain itu angka pengangguran di Kota Jogja pada tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 10,46 persen dari 4,8 persen pada tahun sebelumnya. Namun itu adalah asumsi pesimistis, untuk moderatnya ditetapkan diangka 8,78 persen dan optimistis 7,65 persen. (wia/laz)