RADAR JOGJA – Sebanyak 4.397 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan melakukan kegiatan Praktik Kependidikan (PK) maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara daring di wilayah masing-masing. Pelepasan dilakukan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar di Auditorium UNY Sabtu (27/6).

Rektor UNY Sutrisna Wibawa menjelaskan, 4.397 mahasiswa tersebar di seluruh Indoneska. Dari jumlah itu 1.902 di antaranya melakukan KKN dan PK di DIJ. Di Jawa Tengah 1.445 mahasiswa, Jawa Timur 267, Jawa Barat 160, Lampung 84, dan Sumatra Selatan 71.

Dalam KKN dan PK selama pandemi Covid-19, akan melibatkan 108 dosen dengan pembimbingan model daring. Nantinya para peserta akan berada di daerah masing-masing. “Baik secara individu maupun kelompok selama satu semester,” jelas Sutrisna.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) Irfan Prijambada menyebut, 4.504 mahasiswa akan mengikuti KKN-PPM Daring Periode 2 Tahun 2020 mulai 29 Juni hingga 18 Agustus. Mereka akan tersebar di 178 lokasi meliputi 27 provinsi, 77 kabupaten/kota, 143 kecamatan, dan 263 desa.

Rencananya Mendikbud Nadiem Makarim, akan melaunching penerjunan KKM-PPM Daring UGM ini Senin (29/6) secara daring. “Selama berada di lokasi kerja mahasiswa akan dibimbing 178 orang dosen pembimbing lapangan (DPL) dan 16 koordinator wilayah,” tutur Irfan.

Sebelumnya, KKN Daring Periode 1 telah dilakukan sejak 12 Maret sampai 30 April dan Periode 6 dari 4 Mei hingga 22 Juni. Sebelum mengikuti KKN-PPM para mahasiswa telah mengikuti pembekalan sejak 29 Februari hingga 3 April. Mereka juga mendapatkan pembekalan khusus mengenai DESA Apps, pengelolaan sampah PIAT dan online training on planning (ONTOP) pelatihan perencanaan pembangunan desa secara daring.

Kepala LPPM Universitas Pembangunan Negeri Veteran Yogyakarta (UPNVY) Hendro Wijanarko menuturkan, sekitar 1.266 mahasiswa akan melakukan program KKN Tematik Covid-19 dalam jangka waktu satu bulan di tempat domisili. Pendaftaran dilakukan sejak 5-19 Juni dan pembagian kelompok ditentukan pada 20 Juni.

Pembekalan dilakukan sebanyak empat kali dengan materi yang diberikan terkait edukasi work dan study from home, penyadaran masyarakat tentang bahaya Covid-19, edukasi program kesehatan dalam persebaran Covid-19, dan penguatan ekonomi masyarakat. “Nantinya, pelaksanaan tetap harus berkoordinasi dengan pejabat setempat, gugus Covid-19, dan rekan satu kelompoknya,” jelas Hendro.

Meskipun dilakukan di domisili masing-masing, adanya KKN Tematik Covid-19 diharapkan dapat mengasah softskill mahasiswa untuk membangun kemitraan dan kerja sama tim lintas disiplin keilmuan. Serta jiwa kepemimpinan dalam mengelola program pencegahan dan penularan Covid-19 di daerah maupun desa masing-masing. (eno/din)