RADAR JOGJA – DPC PDI Perjuangan Kota Jogja memilih dukung proses hukum untuk penyelesaian kasus aksi bakar bendera partai di Jakarta pekan ini. Setelah membuat laporan resmi kepolisian Polda DIJ berkaitan dengan akun-akun yang menebar kebencian dan fitnah, DPC PDI Perjuangan terus kawal proses hukumnya dengan memberikan informasi hasil patroli tim siber kepada aparat keamanan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja Eko Suwanto menyatakan respons keras terhadap pelaku aksi pembakaran bendera kini dilakukan di berbagai daerah. Yakni dengan simbolisasi kibarkan bendera partai berlambang moncong putih.

”Sesuai dengan intruksi harian Ketua Umum Megawati Soekarnoputri,  PDI Perjuangan Kota Jogja telah bergerak bela harkat dan martabat partai. Kader partai di daerah dukung proses hukum bagi pelaku dan penanggung jawab aksi demo di Jakarta. Kader tunjukkan militansi dengan kibarkan bendera partai di rumah masing-masing, termasuk di Jogja,” kata Eko usai Rapat Koordinasi Gugus Tugas Lawan Covid PDI Perjuangan Jogja, Sabtu (27/6).

Eko menambahkan seluruh elemen kader partai tidak rela jika ada pihak luar yang bertindak di luar batas. Melecehkan PDI Perjuangan yang sah secara konstitusional telah mendapatkan kepercayaan rakyat, dipilih dalam pemilihan umum 2014 dan 2019 termasuk menjadi partai pengusung Joko Widodo – Maruf Amin.

”Rasa percaya rakyat itu harus kami jaga dengan cara bekerja nyata untuk membawa kesejahteraan rakyat, sesuai dengan misi dan visi yang ada. Kami tidak ingin ada pihak yang seenaknya lakukan provokasi, mereka yang buat kegaduhan harus tanggungjawab,” kata Eko.

Di Jogja sendiri, disebutkan kader telah bergerak mengikuti arahan dari Ketua Umum PDI Perjuangan.  Di tiap rumah kader, secara sukarela memasang bendera merah berlambang banteng moncong putih.

”DPC PDI Perjuangan Kota Jogja harapkan proses hukum dengan aparat segera bisa menangkap pelaku, dalang juga bandar aksi terencana yang lakukan provokasi, lakukan fitnah dan ujaran kebencian. Saatnya ada ketegasan dan penegakan hukum, kita terus kawal agar segera tuntas,” kata Eko. (kus/ila)