RADAR JOGJA – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak hanya menjadi momok bagi semua orang. Beragam kebaikan juga muncul berlandaskan rasa kepedulian. Seperti yang dicontohkan oleh anak berusia 10 tahun bernama Ananda Fahmi. Siswa SDIT Lukman Al-Hakim ini menyumbangkan tabungan miliknya sebesar Rp 5 Juta.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana menyambut baik sikap siswa kelas 5 SD ini. Bantuan diberikan langsung dengan mendatangi kantor BPBD DIJ, Jumat (26/6). Kemudian disalurkan melalui dompet bantuan yang dibuka oleh instansi kedaruratan bencana daerah ini.

“Kemarin (26/6) saya juga kaget karena tidak terjadwal. Dik Fahmi diantar bapaknya datang ke kantor BPBD Sekitar jam 10.30. Langsung menyerahkan donasi sumbangan itu dan saya yang menerima,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (27/6).

Pria yang juga menjabat Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ ini menuturkan, seluruh uang tersebut adalah tabungan pribadi Fahmi. Mendengar kondisi dan dampak Covid-19, Fahmi berinisiatif menyumbangkan seluruh hasil tabungannya.

Menurut Biwara, meski alasan donasi sangat sederhana, tujuan untuk mendonasikan tabungan sangatlah mulia. Terlebih aksi ini dilakukan oleh seorang anak berusia 10 tahun. Padahal uang tersebut bisa dipakai untuk membeli kebutuhan pribadi.

“Ini adalah aksi yang sangat hebat menurut saya. Bagi kami, ini sesuatu yang luar biasa kepedulian mendonasikan tabungan yang nominalnya tidaklah kecil. Mengambil keputusan itu perlu satu tekad dan motivasi yang kuat,” katanya.

Dompet penggalangan dana memang telah dibuka oleh BPBD DIJ. Berlangsung sejak pandemi Covid-19 mulai terdampak di Jogjakarta. Tercatat sejauh ini sudah terkumpul kurang lebih Rp 1.032.000.000.

Donasi terkumpul rencananya disalurkan sebagai dana pengadaan sembako dan alat-alat kesehatan. Kemudian, didistribusikan ke pondok pesantren (ponpes) dan panti sosial di seluruh Jogjakarta. Penerimanya adalah warga yang terdampak langsung Covid-19.

“Kami mendapatkan surat Kemenag terkait kondisi ponpes yang santrinya masih ada di pondok. Itu yang memerlukan bantuan,” ujarnya.

Biwara menyampaikan apresiasi bagi mereka yang selama ini telah mengulurkan tangan. Mampu membuka mata terhadap orang-orang di sekitar. Semangat Fahmi diharapkan menjadi inspirasi warga dan seluruh tim Gugus Tugas Covid-19 DIJ.

“Tadi Fahmi tak tanya cita-citanya mau jadi apa. Katanya mau jadi pilot pesawat maskapai. Kami doakan semoga cita-citanya terpenuhi,” katanya. (dwi/tif)