RADAR JOGJA – Kapolda DIJ Irjen Pol Asep Suhendar mendorong seluruh anggotanya gumregah terhadap warga terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Diawali dengan pendataan lalu mengirimkan bantuan penopang hidup. Termasuk turut mengawal bantuan dari pemerintah maupun instansi swasta agar tepat sasaran.

Peringatan HUT ke -74 Bhayangkara sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Kondisi pandemi membuat fokus kegiatan langsung menyasar kepada masyarakat. Terutama yang terdampak langsung pandemi Covid-19.

“Momentum hari jadi Bhayangkara tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Adanya Covid-19 membuat semua orang tidak bisa beraktivitas normal. Dampaknya tak hanya kesehatan tapi juga sosial, ekonomis dan keamanan,” jelasnya, ditemui di Mako Satbrimob Detasemen A Pelopor Gondowulung, Jumat (26/6).

Imbauan juga diperkuat dengan tema peringatan tahun ini, ‘Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif’. Jargon ini, lanjutnya, menyesuaikan dengan kondisi Indonesia saat ini.

“Bakti sosial adalah wujud nyata kepedulian polri terhadap masyarakat yang terdampak langsung. Bantuan akan didistribusikan ke beberapa wilayah langsung oleh bhabinkamtibmas setiap wilayah,” katanya.

Polda DIJ menyalurkan beragam jenis bantuan. Di antaranya 4.635 paket beras beserta 20.300 butir telur ayam. Untuk sektor kesehatan berupa donor darah oleh 715 personel. Adapula pelaksanaan rapid diagnostic test kepada 534 orang. Pembagian 2.385 masker dan 300 face shield.

Hadiah istimewa juga diberikan kepada warga yang lahir tepat 1 Juli. Berupa pengurusan smart surat ijin mengemudi (SIM) tanpa dipungut biaya. Tercatat sudah ada 180 warga yang terdata pada momen istimewa ini. Program ini dikhususkan kepada pemohon SIM baru.

“Smart SIM istimewa 180 lembar, bagi pemohon baru yang kebetulan lahir 1 Juli. Tidak perlu pakai biaya lagi karena biaya sudah dibayarkan pihak ketiga. Bukan gratis, jadi tetap ada pemasukan kenegara,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan sosial, selama pandemi Covid-19 juga mengoptimalkan peran bhabinkamtibmas setiap wilayah. Perwira menengah tiga melati ini menuturkan jumlah bhabinkamtibmas di Jogjakarta mencapai 449 personel. Seluruhnya memiliki data warga kurang mampu, lansia hingga disabilitas di setiap wilayah.

“Pemetaan ini bisa membatu penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Paket sembako dibagikan ke seluruh wilayah Jogjakarta didampingi oleh rekan bhabinkamtibmas,” katanya. (dwi/tif)