RADAR JOGJA – Daffa Nasril Rahmat Buchori, 13, ditemukan tewas tenggelam di Bendungan Pekik Jamal, Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kamis (25/6). Diduga korban tidak bisa berenang saat mandi bersama teman-temannya.

Kapolsek Panjatan AKP Maryanto membenarkan, kejadian ini. Berdasarkan informasi di lapangan, korban datang bersama sejumlah rekan-rekannya. Ada empat anak yang mandi, dan sebagian memilih menunggu di atas. “Lokasi ini memang menjadi lokasi favorit bagi anak-anak untuk mandi. Airnya memang dalam, anak-anak bahkan kerap terjun dari atas jembatan,” katanya.

Dijelaskan, pihaknya masih terus mengembangkan informasi di lapangan. Hanya teman-temannya yang tahu detail kejadiannya. Sedangkan warga sekitar yang menolong, mendapati korban sudah di atas pintu air. “Kami masih minta keterangan teman-temannya, sebab mereka anak-anak kami harus hati-hati,” jelasnya.

Saksi mata, Supri Naryono, 50, mengatakan, ketika tiba di TKP posisi korban sudah ada di pintu air. Saat itu ada tiga anak-anak yang berusaha mengangkat korban ke atas. “Saya tahunya sudah di atas, kemudian saya angkat dan saya letakkan di bawah pohon ini,” ucapnya.

Menurutnya, dia baru tahu ada anak tenggelam setelah seorang pengedara motor melintas memberi tahu ada anak tenggelam di bendungan dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.”Mulutnya sudah berbusa, sepertinya saat saya angkat sudah meninggal,” ujarnya.

Jasad korban seharusnya dibawa petugas Puskesmas Panjatan II, ke rumah sakit. Namun entah mengapa, jasad korban dibawa ke rumah duka yang ada di Pedukuhan VII Kalurahan Tayuban, Panjatan.

Korban merupakan anak pertama pasangan Susantono dan Yuni Winarsih. Tahun ini dia lulus dari SD Tayuban dan akan melanjutkan ke bangku SLTP. Selama ini korban kerap bermain dengan rombongannya di sekitar kampung saja. (tom/din)