RADAR JOGJA – Bupati Magelang Zaenal Arifin memutuskan membuka Candi Borobudur setelah sekitar tiga bulan ditutup akibat pandemi virus korona (Covid-19). Candi tersebut dibuka untuk kegiatan pariwisata mulai hari ini (25/6).

Pembukaan Candi Borobudur tersebut dilakukan setelah status wilayah Kabupaten Magelang dinyatakan zona oranye terkait kasus Covid-19. Sebelumnya, status kabupaten ini sempat masuk zona merah.

“Berdasarkan mekanisme Bersatu Lawan Covid, kami masuk zona oranye. Kami bisa melakukan aktivitas,” jelas Zaenal saat jumpa pers kemarin (24/8). Candi Borobudur dibuka untuk umum dalam jumlah terbatas. PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko, selaku pengelola, membatasi jumlah pengunjung 1.500 per hari. Pengunjung akan dibagi dalam dua gelombang yakni pagi dan siang.

Zaenal tidak menafikkan Kabupaten Magelang sempat masuk zona merah. “Pada waktu itu, kondisi Kabupaten Magelang dilakukan tindakan swab jauh hari sebelum lebaran. Tetapi, hasil laboratorium yang keluar dilakukan secara bersama sehingga pada hari itu cukup tinggi,” jelasnya.

Pemkab Magelang lalu melakukan perhitungan dengan sistem BLC. Pemkab memperoleh data bahwa Kabupaten Magelang masuk dalam zona oranye. Sedangkan Kecamatan Borobudur berada dalam zona kuning. “Terkonfirmasi di Borobudur ada empat warga (terpapar Cobvid-19) dan semua sudah sembuh. Tidak ada transmisi lokal,” jelasnya.

Kepala Disporapar Jawa Tengah Sinung N. Rachmadi menambahkan, pihaknya tidak merekomendasikan Candi Borobudur merupakan objek wisata yang menjadi rujukan orang dari berbagai daerah. Pengelola akan mencatat asal pengunjung.

Hal tersebut dilakukan agar jika terjadi keterjangkitan Covid-19 dapat dilakukan penelusuran. “Itu akan masuk dalam check list (daftar pencatatan pengunjung). Kalau dari zona merah, riwayatnya sudah ada,” jelasnya. (asa/amd)