RADAR JOGJA – Candi Borobudur di Kabupaten Magelang dibersihkan dari abu vulkanik Senin(22/6). Abu tersebut berasal dari erupsi Gunung Merapi yang terjadi Minggu (21/6).

Pembersihan abu vulkanik tersebut melibatkan sekitar 40 petugas. Mereka membersihkan abu yang menempel pada bagian candi.”Kami melakukan pembersihan. Candi Borobudur dilapisi abu vulkanik. Semalam hujan hanya rintik-rintik akibatnya abu menjadi lengket,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur (BKB) Yudi Suhartono.

BERSIHKAN: Petugas saat melakukan pembersihan di kompeks Candi Borobudur di Kabupaten Magelang (22/6). (AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA )

Menurutnya, hujan abu Minggu lalu tidak begitu deras. Hal itu membuat abu justru lengket dan memenuhi sela-sela batu candi. “Kalau tidak hujan, kami lebih mudah. Atau malah deras sekalian,” jelasnya.
Untuk itu, petugas BKB perlu lebih teliti melakukan pembersihan. “Kami menggunakan metode pembersihan kering di bagian-bagian sempit dengan vakum. Lalu dibersihkan basah diguyur dengan air,” jelasnya.

Berdasar hasil penelitian laboratorium, derajat keasaman (power of hydrogen/pH) abu vulkanik saat hujan abu kali ini pada angka sekitar 5. Dengan demikian, abu vulkanik tersebut sangat asam. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan batuan candi mengalami pelapukan.”Kalau dibiarkan terlalu lama akan merusak candi. Itu sangat asam. Ketika asam cepat membuat batu lapuk,” jelasnya.

Yudi berharap pembersihan selesai dilakukan selama sepekan. “Pembersihan dilakukan secepatnya. Kita tidak mau abu Merapi lama di batu,” jelasnya. (asa/amd)