BELAKANGAN masyarakat sedang diresahkan wabah Covid-19 yang menjangkit hampir di seluruh penjuru dunia. Wabah ini, telah menyita banyak perhatian dari berbagai lapisan masyarakat. Seperti halnya para akademisi, tokoh agama, pakar ekonomi, bahkan politisi pun ikut angkat bicara.

Pasalnya, dampak Covid-19 memengaruhi perekonomian. Baik dari tingkat negara sampai tingkat masyarakat kelas bawah. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan APBN dibanding tahun sebelumnya akan mengalami penurunan 10 persen.

Bagi masyarakat yang bekerja sebagai pegawai sipil negara (PNS) bisa melakukan pekerjaan dari rumah (work from home). Tetapi, bagi masyarakat pekerja harian dan pedagang keliling PBSB cukup berdampak besar terhadap penghasilan mereka. Bahkan, tidak sedikit para pekerja kantoran terkena potongan gaji, dan sebagian malah kena PHK. Tidak dapat dipungkiri masalah ekonomi menjadi problem yang amat serius dan perlu penanganan segera mungkin.

Salah satu metode alternatif dengan membuka usaha di tengah Pandemi Covid-19. Hal ini akan sangat membantu ekonomi bila dilakukan secara serius. Pandemic Covid-19 tidak selamanya berujung musibah yang terus menghantui masyarakat. Bila mau menghayati tentu ada sebagian sisi yang dapat diambil manfaatnya. Di beberapa usaha justru mengalami peningkatan yang sangat pesat. Misalnya, pelaku usaha dibidang kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Dampak dari kejadian ini dapat dimanfaatkan oleh mereka yang dapat melihat peluang usaha. Bagi mereka yang memiliki modal dan relasi tentu sangat menarik membuka usaha di bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan yang dewasa ini mendapatkan untung yang  sangat besar. Selain itu, usaha ini juga dapat membantu pemerintah, karena dapat mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan perkerjaan baru.

Meskipun demikian, faktor keterbatasan modal usaha dan relasi membuat tidak semua orang bisa menjalankan bisnis semacam ini. Namun, ada beberapa bisnis yang tidak menggunakan modal besar, akan tetapi dapat mendatangkan hasil yang menjanjikan di tengah pandemi Covid-19. Misalnya, bisnis makanan dan minuman.

Saat ini bisnis makanan dan minuman dapat dilakukan dengan tetap berada di rumah. Masa pandemi Covid-19 sangat potensial dengan mendirikan bisnis semacam ini. Apalagi, didukung dengan adanya aplikasi makanan online, misal go food/grab food. Keduanya merupakan kebutuhan primer, mau tidak mau setiap harinya pasti dibutuhkan. Adanya kebijakan PSBB dari pemerintah menyebapkan banyak orang melakukan segala aktivitasnya dari rumah. Bagi pengangguran dan korban PHK bisnis ini bisa menjadi salah satu solusi yang jika dijalankan dengan serius akan menghasilkan keuntungan yang besar.

Selain itu, membuka jasa logistik juga bisa menjadi alternatif selajutnya. Di tengah kebijakan PSBB ini, masyarakat dihimbau unutk melakukan segala sesuatu dari rumah. Oleh karena itu, jasa pengantar logistik atau distributor sangat di perlukan. Modalnya pun terbilang cukup ringan, karena hanya dengan modal kendaraan motor atau mobil bisa melakukan usaha ini.

Banyaknya peluang usaha di tengah wabah Covid-19 ini. Baik itu usaha yang berskala besar maupun kecil. Usaha di bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan tentunya memiliki peluang yang sangat menjanjikan. Adapun mereka yang memilik untuk menjual makanan dan minuman serta membuka jasa antar logistk juga tidak ketinggalan progresif. Sudah saatnya masyarakat dapat memilah usaha yang sesuai dengan kondisi keuangan dan peluang yang dimilikinya. Usaha yang berhasil ialah mereka yang mau tekun dan serius dalam menjalankannya. Harapannya, dengan demikian memanfaatkan peluang bisnis yang tepat ditengah merosotnya perekonomian dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru, terpenuhinya kebutuhan hidup, dan mengurangi kesenjangan sosial, semoga. (ila)

*Penulis merupakan Mahasiswa Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga.