RADAR JOGJA – Gunung Merapi mengalami erupsi Minggu pagi (21/6). Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta tinggi kolom erupsi mencapai ± 6.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi bertiup ke arah barat.

Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida membenarkan adanya kejadian tersebut. Erupsi Merapi terjadi tepatnya pukul 09.13. Erupsi tercatat di seismogra dengan amplitudo 75 milimeter.

“Benar ada erupsi pagi ini. Durasi belum diketahui. Tapi ketinggian  erupsi ± 6.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi ke barat,” jelasnya, Minggu (21/6).

Selang beberapa menit kembali terjadi erupsi. Tepatnya pukul 09.27 dengan amplitudo 75 milimeter. Erupsi kali ini berlangsung selama 100 detik. Sayangnya tinggi kolom erupsi tidak teramati karena tertutup awan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Jarak bahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak. Status masih waspada sejak 21 Mei 2018,” katanya.

Aktivitas kali ini sempat mengejutkan para pengunjung kawasan Kaliurang. Beberapa memilih untuk balik kanan. Sementara sisanya tetap bertahan. Seperti yang terlihat di kawasan Tugu Urang. Para peseda justru sibuk berswafoto.

Radar Jogja sempat mendengar suara dentuman selama erupsi berlangsung. Sayangnya dari kawasan posko SAR Kaliurang tidak terpantau kolom erupsi.

“Beberapa wilayah lereng Merapi kawasan Sleman nihil hujan abu, situasi mandali. Arah angin ke barat. Erupsi terakhir sebelum ini 10 April,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan. (dwi/tif)