RADAR JOGJA – Festival Seni Cahaya berskala internasional Sumonar akan kembali diselenggarakan tahun ini. Mengusung tema Mantra Lumina, Sumonar 2020 akan digelar bulan Agustus mendatang selama sembilan hari Rabu (5/8) hingga Kamis (13/8) mendatang.

Kurator Sumonar 2020 Sujud Dartanto menuturkan, asal kata Mantra Lumina merupakan gabungan dari dua kata. Mantra yang bisa diartikan sebagai doa atau harapan, dan Lumina adalah istilah lain dari Cahaya. Di tengah ketakutan dan kecemasan akibat pandemi Covid-19 saat ini, “Mantra Lumina” dihadirkan sebagai sebuah harapan terbaik dari para pelaku seni.

Padahal tema ini, kata Sujud, tercetus jauh sebelum pandemi merebak dan menjadi suatu hal yang sangat menakutkan bagi banyak masyarakat di seantero bumi.

Penyelenggaraan Sumonar 2020 tahun ini pun dilaksanakan dengan cara yang berbeda. Memanfaatkan media digital untuk proses penyajian karya para seniman, maupun proses interaksi antara seniman dengan penikmat karyanya.

“Segala hal yang ingin disajikan di dalam festival ini bisa diakses dengan sangat mudah melalui website www.sumonarfest.com nantinya,” kata Sujud melalui virtual conference, Kamis (18/6).

Sebagai pelaku seni, masa ini menjadi tantangan baru baginya untuk melakukan hal yang berbeda dari biasanya. Salah satu contohnya yakni karya – karya Sumonar 2020 harus disajikan dan dipresentasikan luas secara online, tidak offline seperti biasanya.

“Menurut saya, di sini kami (seniman) telah menjadi bagian dari sebuah catatan sejarah baru, di mana karya seni cahaya disajikan secara online kepada khalayak, dan kami pun dituntut untuk terus berekspresi dan berkarya di tengah segala hal yang serba terbatas seperti sekarang,” lanjutnya lagi.

Co-Kurator Sumonar 2020 Raphael Donny menyebutkan, seniman yang terlibat dalam Sumonar 2020 lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Terutama seniman yang berasal dari luar Indonesia. Di antaranya ada seniman dari Cina, Jepang, Spanyol, Makau, Bulgaria dan lainnya.

“Uniknya, 50 persen seniman yang terlibat adalah mereka yang belum pernah ikut serta dalam Ssumonar di tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Art Director SUMONAR 2020 Gilang Kusuma menambahkan, seniman yang berpartisipasi tahun ini dibagi menjadi dua, yaitu exhibition dan video mapping show. Untuk exhibition, para seniman akan berkarya di rumah atau studio masing-masing, lalu mendokumentasikan karya mereka. Setelah itu Sumonar akan mendisplay video tersebut di website. (naf/tif)