RADAR JOGJA – Indonesia UFO Network (IUN) jadi platform antar komunitas space science. IUN menjadi ajang kolaborasi-partisipasi aktif dalam berbagai informasi dan pengetahuan.

Founding Fathers IUN Venzha Christ dan Setyawan Haryanto mengatakan, IUN merupakan jaringan yang terdiri dari 28 komunitas dan institusi non-profit di Indonesia yang bergerak dalam bidang astronomi, space science, peradaban, sejarah, hingga riset UFO.

”Darkside of Dimension atau Blueprint Lemurian juga menjadi bagian dari IUN yang berdiri pada Juli 2019 lalu,” ujar Setyawan Haryanto dalam pers rilisnya, Kamis (18/6).

Dia mengungkapkan, komunitas dan institusi yang terlibat termasuk BETA UFO, UFO Investigator, META UFO, Atlantis Indonesia, Turanggaseta, Cahaya Nusantara, ETI Research, IMIC, Jogja ASTRO Club, UFONESIA, v.u.f.o.c. Ada juga Indonesian UFO Hunters, Soulstar Indonesia, LANTERHA, GOG-MS, LPTI-PM, SETI Conference, dan masih banyak lagi lainnya.

”Platform antar komunitas ini sebagai wujud kolaborasi-partisipasi aktif untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan. IUN memiliki tujuan sederhana, yakni wahana untuk saling berbagi serta menjalin networking,” tuturnya.

Dia menjelaskan mengapa menggunakan nama UFO. Menurutnya, karena kata UFO dinilai menjadi yang paling mewakili berbagai ranah ketertarikan dan beragamnya sudut pandang dari masing-masing komunitas. Juga lembaga yang tergabung dalam IUN yang mayoritas ada irisan sains dan teknologinya.

Diharapkan bahwa dengan menggunakan kata UFO yang digunakan akan lebih memudahkan publik untuk bisa lebih tertarik pada pembelajaran sains dan teknologi, khususnya astronomi dan space science.

”IUN tidak terdiri dari person atau individu-individu, tapi lebih ke sebuah forum yang terdiri dari banyak komunitas dan institusi,” ujarnya.

Lebih jauh, Venzha mengatakan, jika IUN juga menjadi tempat sharing multi-perspektif antar komunitas dan disiplin ilmu pengetahuan. ”IUN adalah berkumpulnya berbagai komunitas dan institusi lintas disiplin, selain komunitas tentang UFO, juga penggiat dan periset di ranah astronomi, ET, SETI, sejarah peradaban, maupun space science. Jadi sangat beragam dari berbagai area keilmuan,” ujar Venzha.

Indonesia UFO Network ke depannya akan berfokus ke arah lintas disiplin, lintas komunitas, dan lintas kolaborasi dalam kegiatan temu ilmiah dan investigasi dengan berbagai ahli. (ila)