RADAR JOGJA – Pemkab Bantul berencana merelokasi rumah tidak layak huni di kawasan kumuh. Di antaranya di kawasan Goa Selarong. Akan dibangun 100 rumah layak huni di atas lahan 3,1 hektare.

Tim Leader Program Kotaku DIJ Muhammad Imam Santosa menyanggupi permohonan Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo, untuk membangun desa wisata di area Goa Selarong. Dengan target 100 rumah, dana yang akan digelontorkan berkisar antara Rp 50 miliyar sampai Rp 100 miliyar. “Bantul siap secara komitmen, dan ada lahan sekitar 3,1 hektare,” sebutnya usai audiensi program Kota tanpa Kumuh (Kotaku) Selasa  (16/6).

Dia berharap Pemkab Bantul menyiapkan komitmen, lahan, dan pendampingan teknis agar rencana relokasi dapat terwujud. “Bantul sudah punya perda dan SK kumuh dan tahun ini akan update review. “Ini bagus, dan yang pertama dari empat lokasi lainnya,” ucapnya.

Asisten Bupati Bantul Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bambang Guritno mengungkapkan, Pemkab siap dan optimis dapat mewujudkan rencana relokasi. Pemkab sudah menyeleksi rumah yang masuk dalam kategori kumuh sejak 2016. “Terdaftar sebanyak 269 rumah yang masuk kategori kumuh,” katanya.

Ditambahkan, semua instrumen pendukung relokasi yang berbasis masyarakat dan tematik pun tengah dipersiapkan. “Kami mengangkat pariwisata sebagai pendukung keistimewaan DIJ. Lembaga kemasyarakatan juga siap,” sebutnya.

Pemkab akan menyiapkan lingkungan, infrastruktur, perumahan, dan drainase, sebab konsep relokasi adalah kawasan. Diungkapkan, terdapat sekitar 5.800 rumah kumuh di Bumi Projotamansari. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut Bantul. Kendati, hanya akan ada 103 rumah yang direlokasi. “Semoga ini bisa dikolaborasikan dengan potensi wisata dan budaya, sehingga tidak ada lagi lingkungan kumuh di sekitar objek wisata,” ujarnya. (cr2/pra)