PENDIDIKAN ialah bimbingan yang diberikan kepada anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya untuk mencapai tingkat kedewasaan dan bertujuan menambah ilmu pengetahuan. Juga membentuk karakter diri, dan mengarahkan anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Pendidikan juga bisa diartikan sebagai usaha sadar yang bertujuan menyiapkan peserta didik dalam belajar melalui suatu kegiatan pengajaran, bimbingan dan latihan demi peranannya dimasa yang akan datang.

Dalam pembentukan karakter diperlukan usaha yang serius dan berkesinambungan karena karakter menyangkut watak dan kepribadian. Di dalamnya ada rasa egosentris sehingga penanganan yang bijak mutlak diperlukan. Melihat kondisi dewasa ini dimana degradasi mental sudah amat mengkhawatirkan bagi kelangsungan berbangsa dan negara terbukti semakin banyaknya generasi pelajar yang terlibat kasus narkoba, kriminal dan kekerasan. Tindakan itu bukan hanya mencoreng institusi pendidikan, lebih luas lagi membahayakan kelangsungan negara,maka perlu segera diambil langkah nyata dalam menangani hal ini.

Salah satu cara untuk memulihkan bangsa ini dari kemerosotan mental adalah dengan gerakan revolusi mental yang menyeluruh di segala lapisan tanpa pengecualian. Revolusi mental itulah sarana yang jitu untuk membangun kembali peradaban yang mulai terkikis. Secara sederhana revolusi sering diartikan sebagai perubahan pemerintahan atau ketatanegaraan maupun keadaan social yang dilakukan secara keras yang bertujuan untuk memperbaiki atau mencapai sesuatu yang lebih baik dibandingkan sebelumnya

Revolusi mental merupakan bentuk proses trasformasi pembentukan karakter bangsa melalui pembangunan keluarga. Di dalam revolusi mental ditegaskan bahwa karakter dan kesejahteraan bangsa dapat tercapai diawali dari lingkup masyarakat kecil yaitu keluarga. Keluarga memiliki peran besar dalam proses pembentukan karakter setiap individu yang nantinya merupakan cikal bakal dari bangsa Indonesia.

Di sinilah tugas dan peran orang tua sangat mendominasi keberhasilan pembentukan karakter tersebut. Orang tua yang berhasil adalah orang tua yang mampu menciptakan karakter positif yang kuat pada diri anak.

Model pendidikan yang harus diterapkan adalah pendidikan terpadu artinya pendidikan berbasis karakter, bukan sekedar melatih anak untuk berfikir nalar atau menghafal,tetapi memasukkan pendidikan karakter atau budi pekerti. Triangle pendidikan anak harus terpadu yaitu orang tua, guru dan siswa.

Pendidikan memiliki peran yang amat penting dalam penyelenggaraan kehidupan suatu negara, pendidikan sebagai faktor meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Maju dan tidaknya suatu negara amat ditentukan oleh tingkat pendidikan yang dimiliki oleh sebagian besar  warganya dalam hal ini pendidikan yang berkualitas.

Gerakan revolusi mental yang di dengungkan pemerintah membawa harapan besar untuk mewujudkan kemajuan di bidang pendidikan. Disadari ataupun tidak akhir-akhir ini telah terjadi degradasi mental di negara ini yang tentunya juga di dalam dunia pendidikan.

Guru di sekolah  menjadi ujung tombak pelaksanaan pendidikan karakter karena mereka yang langsung berinteraksi dengan anak didik. Bagaimana karakter yang dimiliki oleh anak peran seorang guru ikut andil didalamnya. Guru masa kini harus mampu memberikan pendidikan pada anak melalui merdeka belajar.

Merdeka belajar artinya siswa belajar tidak hanya terpaut dengan menulis dan membaca di dalam kelas saja.Tetapi guru harus mampu membuat nuansa pembelajaran yang lebih nyaman agar peserta didik dapat berdiskusi lebih dengan guru.

UU no.14 tahun 2005 tentang guru, dinyatakan bahwa, guru ialah seorang pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah

Guru bertanggung jawab secara penuh terhadap berlangsungnya pendidikan baik proses maupun hasil yang ingin dicapai dipundak gurulah semua tertumpu harapan-harapan anak didik sebagai generasi yang tumbuh dan berkembang.

Guru kreatif adalah guru yang mampu menciptakan  sesuatu yang unik dan beda untuk kemajuan diri dan peserta didiknya. Kreatif identik dengan penemuan ide baru, jadi guru kreatif adalah guru yang bisa menemukan  sebuah ide baru yang bermanfaat.

Dalam mewujudkan cita-cita mulia pendidikan di era global ini, guru (baca: guru dan dosen) harus mampu menguasai teknologi komunikasi dan informasi sebagai sarana utama dalam proses pendidikan dan pengajarannya.

Tentu sarana utama itu wajib dilandasi dengan sikap, pengetahuan (wawasan) dan keterampilan berstandar global.Tugas guru di era global ini harus mampu mewujudkan peserta didiknya  cerdas dalam hal, pertama, knowledge (pengetahuan).

Peserta didik harus menguasai teknologi dan informasi, cerdas dalam inovasi dan kreatifitas serta mampu memahami nilai-nilai universal (lintas budaya). Kedua, attitude (sikap/perilaku). Dari sisi sikap atau perilaku, peserta didik harus selalu disiplin, dinamis dan fleksibel dalam bergaul, senantiasa mempunyai inisiatif dan proaktif dalam berbagai kondisi, inovatif dan kreatif dalam memecahkan masalah, mandiri (survive) dalam kehidupan serta berjiwa dan bermental wirausaha (entrepreneurship). Ketiga, skill (keterampilan). Keterampilan yang dimiliki peserta didik harus berbasiskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Informatika.

Oleh karenanya dibutuhkan perubahan mindset dan paradigma terhadap proses pembelajaran saat ini. Kenapa mindset  karena menurut John C. Maxwell, mindset-lah yang menentukan tindakan (perilaku), kebiasaan (habit), karakter (watak), kepribadian, dan masa depan seseorang. Menurut penulis, setidaknya terdapat tiga mindest yang harus dimiliki oleh guru kreatif diera global adalah Think and action positive. Senantiasa berfikir dan bertindak positif terhadap situasi dan kondisi apapun. Tidak mudah atau tidak gampang menyalahkan dan tidak mudah atau tidak gampang marah.

Kedua, Dare to fail. Berani gagal, selalu mencoba sesuatu yang baru, selalu berani mengambil resiko  dan pantang menyerah. Ketiga , Focus. Selalu fokus, serius dan sungguh-sungguh dengan peluang, peluang dalam mencari ide dan gagasan kreatif, peluang dalam mencapai hasil, peluang dalam meraih cita-cita atau target.

Setelah mengubah mindset, sederhananya tiga hal menurut penulis yang harus dilakukan oleh guru agar menjadi guru kreatif di era global yaitu sebagai berikut: Pertama, reason. Tanamkan minimal lima alasan terkuat kenapa memilih profesi sebagai guru? Atau kenapa harus menjadi pendidik? Jawab minimal dengan lima alasan terkuat dan jadikan alasan terkuat itu sebagai sumber inspirasi dan sumber motivasi agar menjadi guru yang cerdas, kreatif dan inovatif. Kedua, be creative. Jadilah guru kreatif dengan melakukan dua hal yaitu Thinking In Certain Way and Action In Certain   Way.  Senantiasa berpikir dengan cara tertentu dan senantiasa mengerjakan atau melakukannya dengan cara tertentu pula. Berpikir dan bertindak dalam mengajar atau mendidik dengan cara-cara yang unik, unggul dan cara berbeda dari cara sebelumnya, dari cara biasa atau dari cara orang lain mengajar.  Ketiga, doing by learning. Guru kreatif adalah guru yang terus belajar, belajar, dan belajar. Guru yang meskipun tugasnya mengajar dengan segudang ilmu dan pengalaman yang dimiliki namun senantiasa merasa kurang, kurang, dan kurang. Sehingga terus meningkatkan ilmu, pengetahuan dan keterampilannya baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Di era global ini, menjadi guru kreatif adalah sebuah keharusan yang tak terelakkan. (ila)

*Penulis adalah Guru di SDN Karanganyar,Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul