RADAR JOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo mulai mengurangi jam operasional Posko Terpadu Pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) wilayah Jagalan, Kapanewon Kalibawang. Petugas yang biasanya berjaga selama tiga shift, kini dikurangi menjadi dua shift. “Shift pukul 22.00-06.00 sudah kami off-kan. Sekarang tinggal dua shif dari pagi sampai malam aja,” kata Kepala Dishub Kulonprogo, Bowo Pristiyanto, Senin¬† (15/6).

Pengurangan jam operasional posko yang berlokasi di Jalan Kalibawang-Magelang ini didasari keputusan Pemda DIJ dan pemerintah pusat terkait pencabutan larangan mudik.

Jika sebelumnya kendaraan berpelat nomor luar DIJ yang masuk wilayah Kulonprogo diminta putar balik, kini hanya didisiplinkan saja. Ketika masuk ke wilayah DIJ khususnya lewat Jagalan diminta tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan jaga jarak (memperhatikan aturan muatan).

“Kami sekarang fokus ke pendisiplinan, terlebih yang melintas didominasi kendaraan logistik, dan biasanya melintas malam hari. Sehingga kami putuskan untuk mengurangi jam operasional malam,” jelasnya.

Ditegaskan, meski jam operasional dikurangi, kinerja petugas di posko tetap maksimal. Mereka masih terus melakukan pendataan. “Kalau pelanggannya ekstrem banget tetap kami minta putar balik,” tegasnya.

Menurutnya, rencana posko di Jagalan akan tetap beroperasi sampai 30 Juni mendatang sembari melihat perkembangannya. Jika ternyata pandemi Covid-19 mereda, bukan tidak mungkin posko itu akan dibongkar lebih dini. ¬†“Tapi sebaliknya bisa beroperasi lebih lama lagi apabila pandemi masih berkelanjuan, kami juga mengikuti kebijakan Pemda DIJ,” ujarnya.
Petugas posko yang ada di batas provinsi tepatnya di Temon, Kulonprogo juga sudah mulai dikurangi. Posko terpadu yang sempat didirikan juga sudah dibongkar dan hanya menyisakan satu tenda pelayanan.

“Tanpa posko pun masyarakat sekarang tetap mengenakan masker jika mau melintas daerah,” ucap Agung Setyo Widodo, warga Purworejo yang hendak bepergian ke Jogja. (tom/din)