RADAR JOGJA – Pembangunan tol Jogja-Solo-Bawen mundur akibat pandemi Covid-19. Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana mengatakan, semua pihak yang terlibat harus saling memaklumi atas kondisi  ini. Terutama proses konsultasi publik terkait pembebasan lahan yang belum selesai

“Harus sama-sama memaklumi. Karena dimasa pandemi seperti saat ini banyak proyek yang meleset dari rencana,” ujarnya saat ditemui di DPRD DIJ, Senin (15/6).

Tahap konsultasi publik pembangunan Tol Jogja-Solo-Bawen, lanjut Huda,  seharusnya sudah selesai sejak Maret lalu. Sehingga Izin Penetapan Lokasi (IPL) dari Gubernur DIJ dapat keluar bulan April untuk selanjutnya dilakukan pembangunan konstruksi. Huda mengatakan proyek tol senilai Rp 19 triliun itu akan diawali di di Kabupaten Boyolali terlebih dahulu.

“Karena proses ini kan sempat berhenti di awal-awal pandemi. Jadi harap maklum saja,” katanya. (sky/tif)