RADAR JOGJA – Menghadapi masa new normal, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo menyusun skenario pembelajaran untuk diterapkan sekolah di kabupaten ini. Kepala Disdikpora Kulonprogo Arif Prastawa mengatakan, ada dua skenario yang disiapkan disaat new normal  yakni mempertahankan sistem belajar di rumah atau pembelajaran secara tatap muka di sekolah namun wajib mengikuti protokol kesehatan penanggulangan Covid-19.

“Kami merancang dua skenario pembelajaran untuk diterapkan pada tahun ajaran baru Juli 2020 mendatang. Kami masih menggodoknya, untuk pelaksanaannya menyesuaikan anjuran pemerintah pusat,”  katanya Minggu (14/6).

Dijelaskan, sejuah ini pemerintah pusat belum memerintahkan pembelajaran langsung di sekolah, sehingga pembelajaran dengan sistem online masih diterapkan. Jika pembelajaran secara daring yang digunakan, maka perlu ada yang disempurnakan.

“Kami sudah punya pengalaman sejak Maret 2020 ketika belajar dari rumah diberlakukan. Kami juga terus mengevaluasi untuk menyiapkan diri menghadapi tahun ajaran baru,” tandas Arif.

Menurutnya, berdasarkan evaluasi  masih banyak ditemui kendala dalam pelaksanaan pembelajaran online. Di antaranya sulitnya jaringan internet khususnya di daerah yang masuk area blank spot, tidak semua wali memiliki piranti untuk pembelajaran online anaknya. Selain itu, juga adanya orang tua yang tidak bisa mendampingi anaknya belajar.

“Dengan kendala yang dihadapi, sekolah juga sulit dalam memberikan penugasan kepada murid. Mengombinasikan antara pemberian tugas langsung dan pembelajaran jarak jauh secara online juga bisa menjadi opsi,” ujarnya.

Sementara untuk skenario belajar tatap muka di sekolah, jika pemerintah pusat mengizinkan maka Disdikpora Kulonprogo siap menggunakan sistem itu. Sekolah juga akan menyiapkan sarana dan prasana pendukung pembelajaran di sekolah sesuai protokol kesehatan.

“Misal pengadaan alat pengukur suhu badan dan penyediaan tempat cuci tangan. Mewajibkan pemakaian masker, mengatur jarak tempat duduk, mengatur jam kegiatan belajar mengajar (KBM), pembelajar full atau dengan shift sudah kami identifikasi,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo Istana menegaskan, pihaknya mendesak Disdikpora segera menyusun skenario atau langkah-langkah strategis dan teknis dalam pelaksanaan pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. Pedoman praktis new normal sekolah perlu disusun, mungkin dengan muatan lokal berbasis perda pendidikan karakter sehingga tidak hanya transfer knowledge semata.  Pekan berikutnya bisa cek kesiapan sarpras dan fasilitas pendukung, mulai dari kelas, siswa dan guru dalam menyesuaikan protokol kersehatan Covid-19.

“Minggu berikutnya bisa dibuat workshop guru, sosialisasi dan persiapan teknis. Minggu keempat simulasi, cek lapangan, koordinasi dan lain-lain, harus disiapkan dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, jika Dikpora bisa menjalankan langkah-langkah itu tahapan pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi bisa lebih jelas dan terukur. Pihaknnya juga akan meninjau kesiapan sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran di masa new normal dalam waktu dekat.

“Sarpras pendukung seperti tempat cuci tangan, harus benar-benar dicermati dan jika perlu didata, sehingga dapat ketahuan sekolah mana yang sekiranya belum siap untuk kemudian dibantu inventarisasinya, karena ini juga berkaitan dengan anggaran,” ujar Istana. (tom/laz)