RADAR JOGJA – Pasca dilantik, Wakil Bupati (Wabup) Kulonprogo Fajar Gegana meninjau langsung penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di lima kapanewon atau kecamatan Minggu  (14/6). Lima kapanewon itu adalah Kalibawang, Samigaluh. Girimulyo, Nanggulan dan Kokap.

Wabup didampingi Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM Sekda Kabupaten Kulonprogo Bambang Sutrisno dan Ketua Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono. Fajar menyatakan, proses penyaluran BST berjalan tertib dan lancar tanpa mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Kegiatan juga melibatkan semua unsur, mulai TNI/Polri dan dinas terkait.

“Aturan jaga jarak, mencuci tangan, pengecekan suhu diterapkan, semua juga mengenakan masker. BST bersumber dari APBD Kulonprogo yang diluncurkan hari ini oleh Pak Bupati, melengkapi bantuan-bantuan yang sudah berjalan, maka harus tersalurkan dengan baik,” ujarnya.

Disingguing tengang new normal, Fajar menjelaskan, new normal bukan berarti kembali kepada kebiasaan lama, namun menciptakan kebiasaan baru yang sejalan dengan protokol pencegahan perkembangan virus. “Harus terbiasa mencuci tangan, mengenakan masker, dan mengurangi kontak fisik dengan orang lain, serta pedoman dan keharusan lainnya,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Sutedjo melaunching BST APBD Kulonprogo 2020 untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdampak Covid-19 di Kalurahan Srikayangan, Kapanewon Sentolo. “Kami launching dan bagikan BST APBD 2020 ini kepada 9.911 KPM di 12 kapanewon se-Kulonprogo secara serentak,” ujarnya.

Dijelaskan, besaran BST yakni Rp300 ribu per keluarga per bulan. Dialokasikan selama lima bulan, Juni-Oktober 2020. Penyaluran Juli- Oktober dilakukan secara non tunai melalui rekening BPD DIJ. Hal ini dilakukan agar pemberian Jaring Pengaman Sosial (JPS) berupa BST lebih maksimal untuk warga yang terdampak pandemi.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada warga. Oleh karena itu gunakanlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan untuk bersenang-senang atau membeli barang-barang selain kebutuhan pokok,” pinta bupati. (tom/laz)