RADAR JOGJA – Kejaksaan Negeri Kulonprogo memindahkan sembilan narapidana yang sempat dititipkan di ruang tahanan Polres Kulonprogo ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Wates, Kamis (11/6). Hal ini dilakukan karena sel tahanan di polres penuh.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kulonprogo Yogi Andiawan mengatakan, sejak wabah Covid-19 melanda, Rutan Kelas II B Wates tidak menerima tahanan baru. Sebab keputusan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM ( Kemenkumham) tentang penundaan penerimaan tahanan baru baik di lembaga pemasyarakatan ( lapas) atau rutan mensyaratkan itu dalam upaya mencegah persebaran Covid-19.

Tahanan yang masih menjalani proses sidang maupun yang sudah diputus (inkrah) ditampung di sel tahanan Polres Kulonprogo dan sebagian di polsek tempat pengungkapan kasus kejahatan yang dilakukan terdakwa. Namun belakangan ini, daya tampung ruang tahanan di markas kepolisian penuh. Sehingga mau tidak mau, harus ada pemindahan tahanan ke rutan.

Di samping itu ruang tahanan polres sebenarnya tidak didesain untuk menampung tahanan dalam jangka waktu lama, apalagi untuk terpidana. “Karena seharusnya terpidana setelah dieksekusi ditempatkan di lapas atau rutan,” jelasnya.

Dasar pemindahan merujuk surat edaran Direktorat Jenderal Permasyarakatan No. PAS-PK.01.01.01-679 tentang Penerimaan Tahanan yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap. Sebelum dipindah, para napi harus terlebih dulu mengantongi surat bebas Covid-19. Surat itu diperoleh berdasarkan rapid test yang digelar Kejari bersama Dinas Kesehatan Kulonprogo. “Setelah dinyatakan bersih Covid-19, napi bisa dipindahkan ke rutan Kelas II B Wates, ada sembilan napi yang ikut rapid test, hasilnya semua non reaktif sehingga bisa dipindahkan ke rutan Kelas II B Wates,” jelasnya.

Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, Rutan Kelas II B Wates, Supriyatno menambahkan, selain mengantongi surat bebas Covid-19, napi juga harus menjalani rangkaian prosedur sebelum masuk ke dalam Rutan Kelas II B Wates. Prosedur itu meliputi pemeriksaan suhu tubuh, mandi, pemeriksaan dokumen administrasi dan sterilisasi di bilik sterilisasi milik rutan. “Setelah itu para napi ini akan menjalani isolasi selama 14 hari di ruang isolasi yang sudah kami bangun. Selesai menjalani isolai, napi boleh keluar dan berinteraksi dengan warga binaan lainnya,” ucapnya.

Rutan Kelas II B Wates telah menyediakan 10 ruang isolasi. Ruangan ini berada di dalam ruang tahanan yang sudah ada. Bedanya, di ruang isolasi terdapat sekat yang memisahkan antara napi satu dengan lainnya. Setiap ruangan isolasi memiliki ukuran yang berbeda. Rata-rata bisa menampung satu sampai tiga orang. “Kami pastikan Rumah Tahan Kelas II B Wates masih bisa menampung lebih banyak warga binaan. Sebab dari kapasitas 50 warga binaan, saat ini baru terisi 26 orang termasuk sembilan tahanan baru ini,” katanya. (tom/din)