RADAR JOGJA – Kabupaten Kulonprogo masih memegang rekor angka kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terendah di Jogjakarta. Akumulasi kasus positif Covid-19 hingga saat ini tercatat 11 kasus. Dari total tersebut, 10 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan satu pasien masih jalani rawat inap isolasi.

Bupati Kulonprogo Sutedjo menuturkan kunci aktif keberhasilannya adalah masyarakat. Tak hanya sekadar patuh tapi juga disiplin menjalankan setiap aturan yang ada. Termasuk mengingatkan apabila ada pelanggaran yang dilakukan oleh warga sekitarnya.

“Alhamdulillah penanganan Covid-19 di Kulonprogo sangat berhasil. Ini bukan hanya peran pemerintah tapi juga masyarakat yang patuh dan disiplin menjalankan aturannya,” ungkapnya, ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis (11/6).

Angka partisipasi masyarakat Kulonprogo diakui olehnya sangat tinggi. Dia mencontohkan adanya isolasi mandiri oleh masyarakat. Baik di rumah maupun yang disediakan oleh pemerintah setempat. Apabila ada pendatang, warga sudah tahu protokol yang harus diterapkan.

Pembentukan gugus tugas Covid-19 tak hanya di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Adapula keterlibatan masyarakat di tingkat kelurahan hingga RT dan RW. Artinya masyarakat sadar untuk menjaga kualitas kesehatan di lingkungannya masing-masing.

“RT RW itu banyak relawan. Partisipasi masyarakat inilah yang memudahkan dalam bertugas. Ketika ada pendatang, protokol isolasi 14 hari langsung jalan. Kami mendorong agar isolasi dilakukan di kediamannya,” katanya.

Langkah antisipasi juga telah disiapkan oleh pemerintah. Apabila rumah tak memadai sebagai ruang isolasi maka disediakan tempat khusus. Pendatang bisa melakukan isolasi di shelter yang disediakan pedukuhan atau kelurahan.
Tercatat saat ini Kulonprogo memiliki 1.300 ruang isolasi. Dari total tersebut, hanya 32 ruang isolasi yang digunakan. Mayoritas pendatang memilih mengisolasi diri di kediaman keluarga. Menurutnya ini pertanda partisipasi masyarakat sudah baik.

“Tapi logistik tetap jadi tanggungjawab keluarganya. Jadi masyarakat khususnya keluarga ikut peduli atas kebijakan ini. Partisipasi publik jadi keberhasilan,” ujarnya.

Pemkab Kulonprogo telah melakukan uji rapid diagnostic test (RDT) massal di sejumlah lokasi. Tercatat ada 500 RDT kit yang menyasar sejumlah ruang publik. Mulai dari pasar tradisional hingga toko modern. Dari hasil tersebut, sembilan diantaranya reaktif terhadap RDT.

“Di pasar besar seperti Pasar Sentolo dan Pasar Wates, juga toko besar. Total ada 500 orang rapid test reaktif 9. Kemudian 9 di-swab hasilnya negatif semua,” katanya. (dwi/tif)