RADAR JOGJA  Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 dipastikan akan digelar 9 Desember mendatang. Tapi DPD Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan pasangan calon yang akan diusung di Pilkada Bantul.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapil) DPD PAN Bantul Wildan Nafis mengatakan, partai berlambang matahari itu belum menentukan sikap. “Tapi kami sudah berkomunikasi dengan bakal pasangan calon (bapaslon), baik Suharsono-Totok Sudarto atau Abdul Halim Muslih,” ujarnya ditemui di ruang Fraksi PAN DPRD Bantul Selasa (9/6).

Wildan mengklaim keberpihakan partainya akan menjadi penentu kemenangan kedua kubu. “Di mana PAN bergabung, akan menentukan kemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),” sebutnya.

Ketua Komisi A DPRD Bantul itu mengatakan, pemilihan calon legislatif (pileg) DPR RI dapat digunakan sebagai dasar prediksi kemenangan. Pileg DPR RI dinilai minim unsur kecurangan, sedangkan tingkat kabupaten tingkat gesekannya tinggi. “PAN memiliki suara sebesar 58.000 saat pileg DPR RI tahun 2019,” sebutnya.

Dengan modal itu, PAN sempat ingin mengusung Ketua DPD PAN Bantul Mahmud Ardi Widanto di poros tengah. Namun urung, karena Ardi justru digandeng Sutrisna Wibawa maju sebagai pasangan Pilkada Gunungkidul. “Dengan begitu, PAN belum memiliki pilihan, tim pilkada sedang menggodok mana yang lebih sejalan dengan kepentingan rakyat,” katanya.

Ditambahkan oleh Juru Bicara Tim Pilkada PAN Heri Fahamsyah pada Pilkada 2015 lalu, Suharsono – Halim diusung oleh PKB, PKS, Demokrat, Gerindra, PAN, dan PPP. Saat itu suara yang berhasil dihimpun sebanyak 261.142. Lawannya Ida – Munir diusung PDI-P, Nasdem, Golkar, dan PPP memperoleh 233.677 suara. “Selisih 27 ribu suara. PAN abstain dengan jumlah suara 60 ribuan,” paparnya.

Heri menganalisis kondisi Pilkada saat ini, Halim-JP yang diusung PDI-P dan PKB diprediksi mendapat dukungan sebanyak 253.600 suara. Sedangkan bapaslon Suharsono-Totok (NOTO) yang didukung oleh partai Gerindra, Glokar, PKS, dan Nasdem diprediksi hanya dapat mengumpulkan 180.411 suara. “Poros tengah yang belum ambil sikap ada PPP, PAN, Demokrat dengan jumlah total 98.110 suara,” sebutnya.

Dikatakan, PAN yang memiliku suara sekitar 55 ribu, ketika separuh suara PAN masuk ke Halim-JP, prediksi jumlah suaranya di atas 270 ribu. “Ketika PAN masuk ke NOTO maka kemungkinan kekuatan seimbang. Tapi pada azaznya kami mengutamakan kepentingan rakyat,” katanya. (cr2/pra)