RADAR JOGJA – Wakil Bupati Kulonprogo terpilih sisa masa jabatan 2017-2022, Fajar Gegana akan dilantik Gubernur DIJ HB X, besok (11/6). Begitu dilantik, Fajar sudah ditunggu tugas penanganan dampak korona. Karena juga menjadi Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo.

Karena masih masa pademi Covid-19, prsesi pelantikan akan dilaksanakan di Gedung Pracimasono, Kompleks Kantor Gubernur DIJ, jumlah tamu undangan juga dibatasi 20 orang saja. “Informasinya dari Kulonprogo yang diundang hanya Ketua DPRD, Bupati dan Sekda,” ucap Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, Selasa (8/6).

Yang tidak bisa datang langsung ke Kepatihan, proses pelantikan itu bakal disiarkan dan ditampilkan di dua tempat, yakni gedung DPRD Kulonprogo dan Gedung Kaca, Komplek Pemkab Kulonprogo. Di Gedung Kaca akan disaksikan OPD, BUMD dan tokoh masyarakat Kulonprogo. Sementara gedung dewan khusus untuk para legislator setempat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Teknis pelantikan itu adalah hasil rapat antara Pemkab Kulonprogo dengan provinsi dalam rangka persiapan pelantikan wabup Kulonprogo beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Menurut dia, Wabup terlantik nantinya harus segera turun bekerja, terutama untuk membantu menangani dampak korona di Kulonprogo. Terutama dampak ekonomi dan sosial, karena ini sangat membutuhkan penanganan serius. “Sejauh ini, karena posisi Wabup belum terisi, Ketua Gugus Tugas diemban Sekda, tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 seharusnya diketuai oleh Wabup,” ujarnya.

Selain menanggulangi korona, tugas yang tak kalah penting yakni menguatkan koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya memajukan Kulonprogo seiring beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA). “Ide segar dan energi Fajar sebagai perwakilan generasi milenial sangat dibutuhkan, saya sangat berharap mampu memahami pemberdayaan dan pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo,” tegasnya.

Sementara itu Fajar Gegana mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi pelantikannya, hanya sebatas koordinasi dengan Pemkab setempat.  “Kalau persiapan, saya kira tak ada khusus, karena kami sudah nunggu agak lama, tinggal jalani aja. Cuma sebatas koordinasi aja dengan bagian rumah tangga atau pak Sekda, itu aja kok,” ucapnya.

Fajar menyatakan usai dilantik, akan langsung bekerja membantu ketugasan bupati. Program paling dekat yang akan dilakukannya yakni turut serta dalam penanggulangan dampak korona yang dinilai paling urgent. Menurut dia pandemi korona perlu perhatian khusus. “Apalagi sekarang jelang masuk fase new normal. Harus ada kesadaran di dalam diri kita terhadap tanggung jawab kesehatan kita masing-masing,” ujarnya.

Menyambut new normal, ia mengimbau masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Sarana prasarana kebersihan juga harus ditingkatkan, Tetap sediakan tempat cuci tangan dimana-mana dan wajib pakai masker. “Itu yang akan terus saya dorong, imbauan agar masyarakat betul-betul menerapkan protokol kesehatan sangat penting,” katanya.

Menurut dia, Kulonprogo beruntung sudah memiliki semangat Bela Beli Kulonprogo yang cukup relevan jika diterpakan saat ini. Banyak contohnya, masyarakat bisa beli di pasar-pasar terdekat, tidak perlu beli produk luar Kulonprogo. Itu, lanjut dia, masuk program jangka panjang yang sudah ada. Selain itu Kulonprogo harus membuat program-program baru yang melibatkan kalangan muda. “Program itu lanjutnya akan berfokus pada pengembangan pariwisata, budaya dan pertanian,” ujarnya. (tom/pra)