RADAR JOGJA – Pernikahan, Anton Igorevich Manaev, warga negara Rusia dengan Adriani Nur Aziza menjadi semacam penanda bahwa pendemi Covid-19 ini tidak menjadi halangan untuk menyempurnakan niat baik. Ditengah new normal yang digaungkan pemerintah, pernikahan unik ini dilaksanakan secara sederhana dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ijab kabul pernikahan dilaksanakan di rumah mempelai wanita di Wonosidi Lor, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Jumat (5/6). Mas kawin berupa seperangkat alat salat dan perhiasan mas seberat sembilan gram.

Ayah dari Adriani, Sartana yang menjadi wali nikah menuturkan anaknya dipandu penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Wates. Prosesi ijab kabul hanya disaksikan dari keluarga mempelai wanita, dan tetangga sekitar rumah. Tanpa ada tenda dan janur kuning seperti pesta pernikahan pada umumnya. “Karena kondisi, tidak ada keluarga dan teman yang diundang,” kata Anton Igorevich.

Dijelaskan, niatnya bulat untuk menikahi Andriani yang telah menaklukkan hatinya. Pasangan ini bertemu di Jogjakarta, tepatnya di sebuah kafe di kawasan Prawirotaman.

Dari pertemuan itu benih-benih cinta bersemi diantara keduanya kemudian saling berkomunikasi dan dirasanya nyambung. ”Akhirnya sepakat pacaran dan serius melanjutkan ke jenjang pernikahan,” jelasnya.

Anton sapaan akrab Anton Igorevich sudah genap delapan tahun menetap di Indonesia dan bekerja sebagai programmer. Atas pekerjaannya inilah Anton tinggal di Jogjakarta dan Bali.

Sementara Andriani mengaku cocok dengan Anton ketika kali pertama berkenalan. Ia mengaku nyaman dan nyambung dengan lelaki berkewarganegaran Rusia ini.  “Dia terbuka, tidak pernah mengatur, saya merasa cocok dengannya,” ucap Andriani yang bersetatus sebagai mahasiswa di salah satu kampus di kota Gudeg ini.

Penghulu KUA Wates, Muhammad Roib mengaku tidak ada kendala dalam pelaksanaan ijab kabul. Kebetulan pengantin pria juga sudah lama  menetap di Indonesia dan sudah lancar berbahasa Indonesia.  “Semuanya lancar, dia bisa Bahasa Indonesia. Terpenting bisa menerima dan memahami apa yang saya sampaikan,” ungkapnya.

Ditegaskan, karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka selama proses ijab kabul, protokol kesehatan tetap diakukan. Pengantin dan wali nikah wajib mengenakan sarung tangan, menyediakan hand sanitizer, menjaga jarak dan mengenakan masker. “Protokol Kesehatan tetap kami terapkan untuk mengantisipasi kemungkinan penularan virus Korona,” tegasnya. (tom/bah)