RADAR JOGJA – Selama bulan Bung Karno, Juni 2020 ini, DPD PDIP DIJ mengajak siswa SMA/SMK untuk mengunggah konten positif di akun media sosial. Kali ini dengan menggelar lomba video pendek.
Sekretaris DPD PDIP DIJ Toto Hedy Santosa mengatakan, pilihan menggelar lomba video pendek sebagai apresiasi sekaligus mendorong kreativitas generasi muda. Menurut dia, fenomena anak muda saat ini banyak yang gemar membuat video. Bahkan akhirnya membuat film. “Sebagai apresiasi peserta lomba video pendek ini berhak mengikuti pelatihan pembuatan video yang difasilitasi DPD PDIP DIJ,” ungkapnya dalam jumpa pers di kantor DPD PDIP DIJ, Senin (8/6).
Toto menjelaskan, tema lomba kali ini adalah “Nilai-nilai Pancasila dalam Bergotong royong Melawan Covid-19”. Pihaknya ingin mengajak para siswa SMA/SMK untuk memotret nilai-nilai Pancasila di sekitar mereka, selama pandemi korona ini. Pilihan tema ini juga dimaksudkan supaya generasi muda peduli dengan kondisi di sekitarnya. “Supaya nilai-nilai Pancasila bisa divisualkan dengan sudut pandang millenial,” tuturnya.
Ketua panitia lomba video pendek Susanto Budi Raharjo menambahkan, lomba ini terbuka untuk semua siswa SMA/SMK di DIJ. Persyaratannya, video diunggah ke akun media sosial mereka. Dengan me-mention lima temannya serta akun DPD PDIP DIJ. Periodenya dari 16 Juni hingga 16 Juli dan pemenang diumumkan pada 27 Juli nanti. “Akan dipilih juara 1, 2, 3 dan favorit,” katanya.
Santo melanjutkan, salah satu maksud kegiatan ini untuk mengajak generasi milenial mengunggah konten positif di akun media sosial mereka. Juga yang memberikan inspirasi bagi yang menyaksikannya. “Harapannya menjadi penyemangat melawan korona,” tegasnya.
Toto menambahkan, tujuan digelarnya lomba ini juga sesuai keinginan DPD PDIP DIJ yang akan merangkul anak muda di DIJ. Hal itu juga sudah disiapkan dengan menyediakan ruangan di kantor DPD PDIP DIJ yang masih dalam proses pembangunan. Di gedung DPD PDIP DIJ di Jalan Tentara Rakyat Mataram itu, di bagian bawah disediakan sebagai rumah ekspresi kebudayaan. Untuk memfasilitas komunitas anak muda dalam seni budaya. “Kami dampingi komunitas sampai berfikir market dalam industri kreatif,” tuturnya.(cr1/bah)