RADAR JOGJA – Suasana new normal terlihat dalam prosesi pernikahan Heri Adi Tri Prasetyo, 27, warga Bojonegoro, Jawa Timur dan Sri Suryani, 27, warga Dusun Jamus, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Rabu (3/6). Kendati harus menjalani karantina terlebih dahulu selama 14 hari, mempelai pria akhirnya berhasil menyunting pujaan hatinya.

Heri sapaan akrab Heri Adi Tri Prasetyo melaksanakan prosesi akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Pengasih. Pernikahan itu berlangsung singkat dan mengikuti protokol penanganan Covid-19, yakni mengenakan masker, jaga jarak, serta jumlah tamu dibatasi tidak lebih dari 10 orang. “Awalnya deg-degan, apalagi pas momen pengucapan akad nikah. Tapi Alhamdulillah semua bisa berjalan lancar dan sekarang saya sudah lega,” ucapnya.

Dijelaskan, sebelum diizinkan menikah, ia harus menjalani karantina selama 14 hari di Posko Karantina, Kalurahan Pengasih. Hal itu wajib dilakukan sebab Heri dianggap datang dari zona merah. Heri bekerja di Solo Jawa Tengah yang menyebabkan dirinya menyandang status orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. “Saya menjalani isolasi pada 18 Mei setelah datang dari Bojonegoro pada 17 Mei. Saya datang ke sini mengendarai sepeda motor, pada 17 Mei sore dan berangkat sendiri tanpa keluarga. Saya diizinkan menikah jika sudah menjalani isolasi,” jelasnya.

Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Kalurahan Pengasih, Indarto mengungkapkan, selama menjalani karantina 14 hari, Heri melakukan aktivitas seperti biasa mulai dari berolahraga hingga berjemur setiap pagi untuk menjaga imunitas diri. Kebijakan karantina oleh pihak desa ini penting untuk mengantisipasi virus Korona di Pengasih. “Kami juga melibatkan petugas medis dan Babinsa untuk melakukan pengecekan kesehatan atau sekadar mengawasi Heri dan warga lain yang melakukan karantina,” ungkapnya. (tom/bah)