RADAR JOGJA – Tokoh nasional Amien Rais mengingatkan ujian selalu dialami orang-orang yang beriman. Termasuk di masa seperti pandemi Covid-19 ini. Karena itu, Amien mengajak agar kita semua semakin mendekatkan diri kepada Allah.

“Menjadi orang beriman itu akan diuji. Ketika dipuji tidak membuat kepala besar dan jika dicaci jangan kecil hati. Semua dikembalikan pada Allah SWT,” ujar Amien saat memberikan khotbah salat Idul Fitri 1441 H di kediamannya di Pandeyansari, Condongcatur, Depok, Sleman, pada Minggu (24/5).

Hanum Salsabiela Rais, putri Amien Rais, mengatakan, salat Id berlangsung di Taman Joglo Budi Mulia Dua dan diikut jamaah terbatas. Mereka berasal dari lingkungan keluarga dan beberapa tetangga. “Jamah sekira 37 orang saja,” cerita Hanum.

Diceritakan, inistiatif tetap menjalankan salat Id diprakarsai banyaknya desakan keluarga inti, handai taulan maupun tetangga. Mereka ingin tetap salat Id dan mendengarkan khotbah Amien Rais.

“Akhirnya salat tetap dilakukan dengan social distancing dan penggunaan masker. Sebelum salat semua jamaah dicek suhu badannya,” tutur anggota DPRD DIJ ini.

Dalam khotbah itu Amien menyitir surat Al-Baqarah ayat 155. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,” ingat ketua MPR RI periode 1999-2004 ini.

Khotbah mantan ketua PP Muhammadiyah itu berlangsung singkat. Selain ujian orang-orang beriman, Amien juga mengingatkan pentingnya rasa bersyukur. Ini sesuai dengan  surat Ali Imran ayat 133. “Orang beriman, janganlah kamu ikut makan riba, semoga kamu bertaqwa kepada Allah, semoga kamu menjadi orang yang bahagia,” katanya.

Kemudian bergegas dan bersegeralah mengejar ampunan Allah. Surga yang luasnya seluas langit dan bumi disiapkan untuk orang-orang muttaqin. Yakni mereka yang memberikan infaq sesuai kemampuannya, tidak cepat marah dan  selalu berbuat baik.

“Satu lagi yang sangat menarik. Orang beriman tidak boleh merasa inferior, minder, kecil hati dan pesimistis. Iman menumbahkan kesabaran, keuletan dan sedia berkorban,” ungkap Amien. (kus/ila)