RADAR JOGJA – Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Azman Latif memastikan tak ada takbir keliling di wilayahnya. Diganti dengan pelaksanaan takbir di rumah masing-masing. Kebijakan ini diambil sebagai upaya memutus mata rantai persebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Warga diminta cukup melakukan takbir di halaman rumahnya bersama keluarga dan seretak bersama tetangga. Tentunya dipimpin dari pengurus masjid Gedhe Kauman.

“Benar nanti malam tidak ada takbir keliling. Tapi kami ganti dengan takbir di rumah saja. Nanti dari masjid akan menyerukan takbir lalu diikuti oleh warga dari rumahnya masing-masing,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (23/5).

Gagasan ini telah disampaikan jauh hari sebelum malam takbiran. Warga menyambut positif ide baru tersebut. Sehingga sepakat menjalankan takbir sesuai dengan protokol Covid-19.

Guna memudahkan prosesi takbir, warga akan dipandu oleh pengeras suara masjid. Selain itu juga mengandalkan radio komunitas, Saka.FM. Walau terbentang jarak, namun Azman memastikan tak mengurangi esensi perayaan hari raya Idul Fitri.

Di satu sisi, Azman mengakui bahwa ada masyarakat yang tak setuju. Beberapa orang tetap ingin melaksanakan takbir keliling. Hanya saja pihaknya berhasil melakukan pendekatan secara personal. Menjelaskan tentang dampak akibat pelaksanaan takbir keliling di tengah pandemi Covid-19.

“Memang ada satu dua warga yang nekat tapi bisa kami kendalikan. Nanti takbir berlangsung dari jam 19.30 sampai 20.30,” katanya.

Anjuran ibadah di rumah juga berlaku untuk salat Ied. Warga diminta mematuhi fatwa yang dikeluarkan oleh MUI DIJ. Pelaksanaan salat Ied dilaksanakan di kediamannya masing-masing.

“Salat Ied tetap dirumah saja, karena ada fatwanya di rumah masing-masing. Silaturahmi juga cukup lewat sosial media. Prinsipnya umat Islam punya peran besar dalam pendirian bangsa sehingga harus bertanggungjawab juga atas keselamatan bangsa,” pesannya.

Pengurus Masjid Jogokariyan juga menerbitkan kebijakan serupa. Berupa peniadaan acara takbir keliling. Apabila tetap ingin menggelar, tidak boleh keluar dari komplek masjid. Acuannya adalah protokol kesehatan Covid-19.

Walau begitu pengurus masjid tetap mengadakan salat Ied. Memanfaatkan jalan di sekitar Masjid Jogokariyan, Minggu pagi (24/5). Kegiatan salat jamaah ini akan berlangsung dari pukul 07.00.

“Takbir keliling tidak ada, tetap di masjid saja. Kalau salat Ied tetap berlangsung, tapi pelaksananaannya sedikit dipersingkat, terutama sesi khotbahnya,” jelas Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Muhammad Jazir.

Salat Sunnah ini tetap menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Ada penyekatan khusus antara jamaah salat Ied. Setiap pintu masuk juga disiapkan hand sanitizer, thermo gun hingga wastafel portable. Jamaah juga diwajibkan mengenakan masker selama proses ibadah berlangsung.

Pihaknya mempersilahkan jika ada warga luar Jogokariyan yang ingin menumpang salat Ied. Hanya saja ada tata cara tersendiri. Jamaah tersebut ditempatkan terpisah dengan sekat pembatas. Tepatnya lantai atas masjid Jogokariyan.

“Soalnya kami tidak tahu riwayat perjalanannya, jadi dilokalisir. Kalau masjid nanti untuk jamaah perempuan, kalau laki-laki salatnya di jalan. Nanti ada jalur sendiri, sama seperti salat tarawih,” katanya. (dwi/tif)