Mayoritas Berasal dari Luar DIJ

RADAR JOGJA – Mendekati Lebaran, jumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) makin banyak di jalanan Kota Jogja. Sebagaian mereka adalah pekerja lepas harian yang berkedok untuk meminta bantuan pengguna jalan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja Agus Winarto mengatakan, setiap patroli rata-rata ditertibkan 10 orang. Mayoritas ditemukan di sepanjang Jalan Adisucipto ke barat di batas kota, Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan MT Haryono, dan tempat seputaran Stadion Mandala Krida serta Kawasan Kotabaru. “Mendekati Lebaran ini kami pantau jumlahnya makin banyak,” tuturnya, Jumat (22/5)

Agus menyebut, dari pengakuan gepeng yang terjaring razia, mereka adalah pekerja buruh harian lepas yang berkedok menjadi gepeng. Alasannya bermacam-macam seperti kecopetan hingga kehabisan bekal dan dampak pandemi ini sehingga tidak bisa kembali ke daerah asalnya. Modusnya, lanjut mantan Camat Umbulharjo itu, mereka duduk lesehan di pinggir jalan, bawa gerobak atau pura-pura bawa becak untuk pemulung yang suka pindah-pindah nunggu bantuan. “Ada juga yang sekeluarga istri dan anaknya dibawa-bawa,” jelasnya.

MENUNGGU DONATUR: Seorang bapak beserta anaknya menunggu pemberian sembako di Jalan Gayam, Baciro, Kota Jogja, Jumat (22/5). Jelang lebaran banyak gepeng di jalanan Kota Jogja menunggu pemberian bantuan dari pengguna jalan. ( ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )

Mereka sengaja menunggu jika ada bantuan sosial atau bantuan sembako dan makanan di jalan. Karena makin banyaknya gepeng di jalanan, Agus menegaskan, operasi penertiban gepeng akan diintensifkan lagi mendekati lebaran.

Mantan Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja itu menambahkan, di DIJ sudah ada Perda DIJ nomor 1 tahun 2014 tentang penanganang gepeng. Di dalamnya juga diatur larangan memberi bantuan dalam bentuk apapun untuk gepeng. “Sesuai aturan, pemberian bantuan di tepi jalan dilarang. Penyaluran bantuan sudah diatur dan disarankan ke wilayah masing-masing,” imbuhnya.

Bagi gepeng yang berhasil dirazia, kemudian akan dibawa ke shelter milik Dinas Sosial DIJ di Sewon, Bantul. Di sana, bagi warga DIJ akan dilakukan pembinaan. Sedang bagi warga non DIJ akan dipulangkan ke daerah asalnya. Hasil razia Satpol PP Kota Jogja, ditemukan gepeng asal Magelang, Lampung, dan Cirebon. “Kami pulangkan biar pemda asalnya yang melakukan pembinaan,” tegasnya. (wia/pra)