Perayaan Kenaikan Isa Almasih Digelar secara Privat

RADAR JOGJA – Peringatan Kenaikan Isa Al Masih di Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Kamis (21/5) digelar secara privat. Kepala Paroki Gereja HKTY Ganjuran Romo FX Krisno Handoyo memimpin dua orang romo lain dalam Misa Kenaikan Isa Almasih mulai pukul 07.00.

Romo Kris- sapaan akrab Romo FX Krisno Handoyo mengatakan, Kenaikan Yesus ke surga bukanlah perpisahan dengan umat. Sesungguhnya Tuhan hadir dalam perwujudan yang lain. Misalnya melalui kasih kepada sesama. Selain itu perwujudan iman yang tebal menghadapi tantangan global tanpa sedikitpun ragu pada Tuhan. Dapat pula memberikan pertolongan melalui pelayanan dalam kehidupan sehari-hari. “Puncak dari kehadiran Yesus tampak dalam perayaan ekaristi,” tuturnya.

Menurutnya, perayaan Kenaikan Isa Almasih tahun ini diharapkan dapat memberikan harapan baru. Dikatakan, umat mungkin sudah jenuh stay at home. Namun, momen ini justru dapat menekankan jiwa Kristiani untuk semakin humanis. “Jangan sampai kita jatuh dalam ritual yang tidak bermakna,” tegasnya.

Sebagai umat beriman, penting untuk berdoa agar virus korona segera berakhir. Namun, permohonan yang disertai pemahaman bahwa Tuhan adalah pemilik kehidupan, akan melunturkan rasa cemas dan khawatir. “Apa lagi ketakutan dapat membuat imun kita lemah dan mudah terjangkit penyakit,” ujarnya.

Romo Kris mengutip kisah yang diceritakan oleh pengasuh pondok pesantren di Tegalrejo, Magelang KH Muhammad Yusuf Cudlori atau Gus Yusuf. Diceritakan, ada virus yang bertemu kiai. Kiai itu lantas bertanya akan ke mana si virus. “Aku akan ke kota sebelah dan akan menjangkiti 1.000 warga supaya mati,” katanya menirukan Gus Yusuf.

Dilanjutkan, beberapa hari kemudian virus itu kembali bertemu sang kiai. Virus tersebut mengaku sukses, sebab telah menewaskan 50.000 orang. Kiai itu terkejut. Virus itu lalu mengatakan, 49.000 warga yang tewas justru diakibat kecemasan, kegelisahan, dan ketakutan. “Itu yang membuat saya melihat, bahwa Tuhan selalu bersama dan menyertai kita. Kita dipanggil untuk mewartakan hal yang baik,” pesannya.

Staf Gereja HKTY Ganjuran Heri Bagus mengatakan, gereja tidak menggelar kegiatan sampai 31 Mei. Kebijakan tersebut diambil mengikut anjuran pemerintah dan keuskupan. “Semua agenda sampai Juni kami tiadakan. Gereja hanya menggelar misa pagi jam 06.00 secara privat. Sementara kegiatan keagamaan lain umat dapat mengikuti live streaming atau melalui tv dan radio,” paparnya.

Bagi warga Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul Sumarsana, peringatan Kenaikan Isa Almasih adalah sebuah kebanggaan. Dikatakan, Yesus bukan hanya guru tetapi juga penyelamat umat melalui penebusannya.

Sumarsana pun melangsungkan Misa Kenaikan Isa Almasih secara mandiri bersama keluarganya di rumah. Dikatakan, itu sesuai dengan anjuran dari keuskupan dan pemerintah. “Kami menggunakan televisi yang menyiarkan langsung misa di Katedral Jakarta dan Semarang,” ucapnya. (cr2/din)