RADAR JOGJA – Ketua Komisi Fatwa MUI DIJ Makhrus Munajat menyebut anjuranSalat Ied di rumah tertuang dalam tausiah MUI DIJ Nomor: A-465/MUI-DIY/V/2020 tentang penyelenggaraan salat sunnah Idul Fitri di rumah. Tausiah itu dikeluarkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Jogjakarta.

Tausiah tersebut juga menindaklanjuti fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang panduan kaifiat takbir dan salat Idul Fitri saat pandemi Covid-19. Selain itu juga menindaklanjuti SK Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Nomor 65/Kep/2020 tentang menetapkan status tanggap Darurat Bencana Covid-19.

“Menyarankan dan mengimbau penyelenggaraan ibadah salat sunnah Idul Fitri diselenggarakan di rumah saja. Demi kebaikan bersama,” pesannya, Jumat (22/5).

Makhrus menjelaskan, ketentuan hukum salat Ied. Pertama ibadah ini hukumnya Sunnah Muakaddah. Artinya boleh dilakukan sendiri tanpa kotbah, dilakukan berjamaah dengan kotbah dan kotbah itu hukumnya bukan rukun.

Kedua setiap orang wajib melakukan ikhtiar. Caranya dengan menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar Covid-19. Apalagi anjuran ini merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama.

“Kondisi darurat seperti sekarang ini, dan pada saat sampainya tanggal 1 syawal 1441 H dikhawatirkannya resiko penularan Covid-19, maka salat Ied dianjurkan di rumah masing-masing. Jika di Masjid atau di lapangan yang melibatkan banyak orang dikhawatirkan berpeluang terjadinya penularan virus secara massal,” katanya.

Tata Cara Salat Idul Fitri di rumah yang dikeluarkan dalam tausiah MUI DIJ yakni:

1. Suci dari hadas atau najis di mulai dengan ucapan sholahtu jamiah.
2. Menghadap kiblat
3. Niat salat sunnah Idhul Fitri (Usholi Sunnatal li’idhil Fitri rak‟ataini sunnatan lillahi ta’ala
4. Mengucapkan Takbiratul ihram (Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan, kemudian membaca doa iftitah dan membaca takbir 7 kali dengan mengangkat ke dua tangan dan di sela-sela takbir membaca tasbih secara sirri atau pelan (subhanallah walhamdulillah wa laa illa
ha illa llahu Allah akbar)
5. Membaca surat al-Fatihah dan surat pendek dari Alquran yang dihafal, ruku, sujud duduk di antara sujud dan sujud kedua serta berdiri lagi.
6. Pada rakaat kedua membaca takbir 5 kali seraya mengangkat tangan dan di sela-sela takbir membaca tasbih secara sirri atau pelan (subhanallah walhamdulillah wa laa illa ha illa llahu Allah akbar) kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal dan diakhiri salam.
7. Setelah selesai salat dua rakaat seorang imam melanjutkan membaca khutbah singkat 5 menit atau tidak membaca khutbah juga tidak apa apa, hukumnya Salat Ied dianggap sah.
8. Salat Idul Fitri yang terlaksana dirumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri. (dwi/ila)