Manajemen PSS Sleman Lunasi Gaji Periode April

RADAR JOGJA – Manajemen PSS Sleman baru saja melunasi gaji seluruh pemain periode April. Gaji tersebut dibayarkan pada Rabu, (20/5) lalu. Mereka menerima gaji 25 persen sesuai arahan dari induk sepak bola Indonesia alias PSSI.

Selain pemain, PSS juga telah membayarkan gaji kepada karyawan PT PSS. Direktur PT PSS Hempri Suyatna mengatakan, pelunasan gaji merupakan bagian dari komitmen investor baru PT PSS.  Hempri berharap gaji tersebut bermanfaat dan dapat digunakan untuk kebutuhan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2020. Apalagi mayoritas penggawa Super Elang Jawa -julukan PSS- beragama Islam.

Sebagai informasi, PT LIB selaku operator kompetisi telah mencairkan subsidi termin kedua kepada klub Liga 1 dan Liga 2. Masing-masing klub menerima Rp 509 juta. Pencairan dana tersebut menjadi angin segar bagi klub di tengah kondisi finansial yang kian menipis akibat pandemi virus korona (Covid-19).

Semestinya subsidi termin kedua dicairkan akhir Maret lalu. Hanya, mengalami penundaan karena wabah Covid-19. Selain itu, hak komersial tersebut tidak full dibayarkan Rp 520 juta. Setiap tim hanya menerima Rp 509 juta karena dipotong pajak.

Musim ini LIB memberikan subsidi Rp 5,25 miliar kepada klub. Sementara dua klub, Persipura Jayapura dan Persiraja Banda Aceh mendapat lebih banyak, yakni Rp 5,7 miliar. Total subsidi itu bakal dicairkan bertahap setiap bulan selama kompetisi bergulir.

Sementara itu, PSS Sleman genap berusia 44 tahun pada 20 Mei lalu. Hanya saja, perayaan kali ini dilakukan sedikit berbeda. Tak ada agenda spesial yang dilakukan manajemen karena pandemi virus korona (Covid-19).

Kendati begitu, pagebluk Covid-19 tidak menghilangkan semangat PSS dalam menyambut hari baru. Berbagai harapan dan doa mengalir deras dari suluruh pecinta PSS. Mereka berharap Super Elang Jawa -julukan PSS- terus berprestasi. Tak hanya di level nasional, namun juga Asia.

Direktur PT PSS Hempri Suyatna mengaku perayaan tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya. Ya, karena kondisi yang tidak memungkinkan manajemen pun terpaksa tak mengadakan acara syukuran. “Kalau syukuran kan harus mengundang banyak orang nanti melanggar protokol kesehatan,” ujarnya. “Kami mencoba ambil sisi positifnya saja,” tambahnya.

Hempri mengatakan saat ini para pemain sudah pulang kampung. Selain itu, karyawan PT PSS juga diimbau untuk bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH). “Jadi ya nggak bisa seperti tahun lalu. Semoga tahun depan bisa rayakan bersama-sama,” ujarnya.

Hempri berharap PSS semakin solid. Dukungan dari stakeholder untuk PSS diharapkan tetap mengalir. Termasuk suporter, sponsor, dan semua mitra PSS. Menurutnya, penataan Sumber Daya Manusia (SDM) profesionalisme klub menjadi tantangan yang harus dipersiapkan serius dimasa yang akan datang. “Tentunya support tersebut sangat dibutuhkan agar PSS bisa mencapai kejayaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Winger PSS Irkham Zahrul Mila juga berharap yang terbaik untuk Laskar Sembada. Pemain asal Tegal, Jawa Tengah itu ingin PSS semakin berjaya dan beprestasi. (ard/din)