Pasien Sembuh Bertambah Lagi Delapan Orang

RADAR JOGJA – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIJ bertambah enam kasus. Dua di antaranya merupakan tenaga medis di RSUP Dr Sardjito. Sehingga total kasus positif korona saat ini menjadi 215 kasus.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjabarkan penambahan kasus terbaru. Yakni kasus 212, laki-laki 57 tahun warga Gunungkidul; kasus 213, laki-laki 16 tahun warga Sleman; kasus 214, perempuan 22 tahun warga Sleman; kasus 215, laki-laki 19 tahun warga Sleman; kasus 216, perempuan 43 tahun warga Bantul; dan kasus 217, perempuan 35 tahun warga Kota Jogja.

Pasien pada kasus 212 diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Depok, Jawa Barat. Untuk kasus 213, merupakan anak dari pasien klaster Jamaah Tablig (JT) Sleman. Sedangkan kasus 214 dan 215 digolongkan sebagai klaster Indogrosir karena kedua pasien bekerja di pusat perbelanjaan tersebut. Adapun kasus 216 dan 217 adalah tenaga kesehatan di RSUP Dr. Sardjito. “Kedua nakes (tenaga kesehatan) dirawat di RSUP Dr Sardjito dengan kondisi kesehatan sedang,” kata Berty Kamis (21/5).

Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menyampaikan, dua tenaga kesehatan yang terifeksi virus korona tidak merawat ataupun tertular dari pasien yang ada di RSUP Dr Sardjito. Hasil itu didapat dari upaya tracing masal terhadap tenaga medis yang berada di salah satu ruang perawatan RS. “(Tracing) dilakukan di mana kedua nakes itu bertugas,” jelasnya.

Proses tracing dilakukan setelah ditemukan satu residen positif Covid-19 yang bertugas di ruangan tersebut. Residen ini tidak menangani secara langsung pasien Covid 19. “Yang bersangkutan memang pernah bersinggungan dengan seorang pasien Covid-19 yang sudah menjalani tes swab dua kali dengan hasil negatif,” katanya.

Dikatakan, dua perawat itu mulanya tidak menunjukkan gejala Covid-19. Gejala berupa batuk-batuk muncul beberapa hari setelah pasien berkontak dengan residen positif tersebut. “Kondisi mereka saat ini cukup baik, sadar dan tidak muncul gejala demam,” jelasnya.

Lebih jauh Berty juga melaporkan adanya kesembuhan kasus positif sebanyak delapan kasus. Yakni kasus 86, perempuan 46 tahun warga Bantul; kasus 100, laki-laki 36 tahun warga Bantul; kasus 145, perempuan, 14 tahun warga Bantul;kasus 159, laki-laki 25 tahun warga Bantul; kasus 164 perempuan 33 tahun warga Bantul; kasus 172 perempuan 19 tahun warga Bantul; kasus 173 perempuan 29 tahun warga Gunung Kidul; dan kasus 174 laki-laki 7 tahun warga Gunungkidul. “Kini kasus sembuh menjadi 105 orang,” katanya.

Adapun kematian pasien dalam pengawasan (PDP) kembali terjadi yakni dua orang. Keduanya telah menjalani uji swab. “Identitasnya perempuan 64 tahun warga Sleman dan perempuan 61 tahun warga Sleman. Keduanya diketahui memiliki penyakit penyerta,” kata Berty. (tor/laz)