RADAR JOGJA – Brimob Polda DIJ melakukan antisipasi adanya aksi teror kejahatan menjelang Idul Fitri 1441 H dengan meningkatkan kewaspadaan. Beberapa hari ini beredar di grup Whatsapp ancaman teror yang menyasar markas Polri, pospam ketupat, pos penyekatan dan pos pantau Covid-19. Menindak lanjuti hal tersebut, Brimob Polda DIJ yang bertugas di check point dan posko lebaran di Temon, Tempel, Prambanan dan Wirobrajan, meningkatkan penjagaan. 

Dansat Brimob Polda DIJ Kombes Pol Imam Suhadi mengatakan telah memerintakhan anggotanya agar menerapkan buddy system.

“Saat petugas berdinas di lapangan, harus ada petugas lainnya yang sifatnya melindungi, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya, Jumat (22/5).

Pengamanan tidak hanya dilakukan bagi personel Polri, namun juga petugas Dishub dan Dinkes yang ikut bertugas dalam pemeriksaan kendaraan dan pemudik. Terutama pemudik yang datang dari zona merah. Kombes Imam menegaskan, pengamanan juga dilakukan terhadap inventaris posko dan masyarakat di sekelilingnya.

“Sekecil apapun informasi jika berpotensi merugikan petugas di lapangan, segera kami tindak lanjuti,” ujar Iptu Adi Susanto selaku Dansubsatgas Brimob Batalyon B Pelopor dalam pengamanan Ketupat Progo 2020.

Hal senada diungkapkan Bripka Suhadi yang bertugas sebagai Komandan Regu check point Posko Congot dari Batalyon B Pelopor DIJ. Selain menerapkan buddy system, petugas juga mengawasi dan mengamankan personel Polri, Dishub dan Dinkes yang melakukan pemeriksaan kendaraan maupun pemudik di poskonya. (sky/tif)