RADAR JOGJA – Ketua DPRD DIJ Nuryadi melaksanakan safari reses di empat tempat wilayah daerah pemilihannya di Gunungkidul. Reses kali ini disebut istimewa karena dia bersama seluruh anggota DPRD DIJ diberi tugas membagikan 600 paket sembako kepada warga terdampak pandemi Covid-19.

“Khusus reses di masa pandemi ini seluruh anggota DPRD DIJ berjumlah 55 orang secara bersama-sama selama tiga hari membagikan 33 ribu paket sembako kepada warga di daerah pemilihannya masing-masing. Setiap anggota mendapatkan jatah membagikan 600 paket sembako,” jelasnya, Rabu (20/5).

Dalam kesempatan itu, Nuryadi menemui 25 orang perwakilan Forum Disabilitas di Siyono Playen Gunungkidul. Sesuai protokol kesehatan Covid-19, setiap sesi pertemuan dengan warga maksimal diikuti 25 orang dengan tetap menjaga jarak dan wajib memakai masker.

“Pada masa reses kedua tahun ini, saya selaku Ketua DPRD DIJ tilik warga. Di masa pandemi ini agak sedikit berbeda. Kita tidak bisa bertemu langsung sekaligus 100 orang. Dibatasi maksimal 25 orang untuk menghindari kerumunan guna mencegah penyebaran virus Corona,” ungkapnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini juga menemui warga Karangmojo dan Bejiharjo. Kunjungan terakhir di Panti Asuhan Santo Thomas Jurangjero Ngawen Gunungkidul.

Ketua DPRD DIJ Nuryadi didampingi Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntaringsih disambut nyanyian selamat datang puluhan anak-anak penghuni panti bersama sejumlah suster.

Nuryadi tampak terkesan mendengarkan persembahan lagu. Bagi mereka, kunjungan Ketua DPRD DIJ ini langka dan baru pertama kali terjadi di panti asuhan yang berbatasan dengan wilayah Klaten Jawa Tengah itu. Sekaligus memberikan bantuan paket sembako.

Panti asuhan di bawah naungan suster-suster Abdi Kristus di Ungaran Jawa Tengah ini menampung sekitar 125 anak dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka bersekolah di SMP dan SMK Sanjaya Ngawen.

Nuryadi yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan DIJ ini mengatakan kedatangannya merupakan bentuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai wakil rakyat di masa reses untuk menjaring aspirasi.

Salah seorang pengasuh panti, Suster Maria menyampaikan sejumlah permohonan kepada para anggota DPRD, untuk memberi bantuan pelatih seni untuk anak-anak panti. Selain itu juga memohon bantuan unit usaha agar anak-anak bisa berlatih mandiri.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang sangat berarti bagi kami. Kami juga mohon bantuan semacam usaha, entah itu usaha ternak atau yang lain, untuk anak-anak panti agar bisa berlatih mandiri,” katanya.

Permintaan tersebut langsung ditanggapi Nuryadi. “Kami punya sanggar seni. Seni apa saja ada, di antaranya keroncong, band, ketoprak. Kami akan bantu,” ungkapnya. (sky/tif)