RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) DIJ mencatat adanya enam kasus baru. Dari total kasus tersebut, terdiri dari satu kasus klaster jamaah tabligh dan dua kasus klaster Indogrosir Mlati. Ada pula satu kasus warga pendatang dan dua tenaga medis RSUP Sardjito.

Detil kasus yakni kasus 212, laki-laki berusia 57 tahun asal Gunungkidul. Merupakan pendatang dari Depok Jawa Barat. Kasus 213, laki-laki berusia 16 tahun asal Sleman. Tercatat sebagai anak jamaah tablig Gowa. Kasus 214, perempuan berusia 22 tahun. Kasus 215, laki-laki berusia 19 tahun. Keduanya berdomisili Sleman dan tercatat sebagai karyawan Indogrosir.

“Kasus 216 adalah perempuan usia 43 tahun asal Bantul. Lalu kasus 217 adalah pasien perempuan usia 35 tahun asal Kota Jogja tapi domisili Gunungkidul. Keduanya tercatat sebagai tenaga kesehatan RSUP Sardjito,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih, Kamis (21/5).

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga mencatat adanya delapan laporan pasien sembuh. Terdiri dari kasus 86, perempuan berusia 46 tahun. Kasus 100, laki-laki berusia 36 tahun. Kasus 145, perempuan berusia 14 tahun. Kasus 159, laki-laki berusia 25 tahun. Kasus 164,perempuan berusia 33 tahun.

Kasus 172, perempuan berusia 19 tahun. Keempatnya tercatat sebagai warga domisili Kabupaten Bantul. Adapula kasus 173, perempuan berusia 29 tahun dan kasus 174, laki-laki berusia 7 tahun. Keduanya tercatat sebagai warga Gunungkidul.

“Sehingga kasus sembuh menjadi 105 kasus hingga hari ini. Dari kesembuhan hari ini ada dari Klaster Indogrosir. Tepatnya kasus 159, kasus 173 dan kasus 174,” katanya.

Laporan terbaru juga mencatat adanya laporan kematian. Tepatnya pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Adalah perempuan berusia 64 tahun asal Sleman. Memiliki riwayat sakit kanker usus besar. Pasien perempuan berusia 61 tahun asal Sleman. Memiliki riwayat sakit diabetes melitus dan jantung.

Berdasarkan data terbaru ini, akumulasi kasus positif Covid-19 di Jogjakarta mencapai 215 kasus. Terdiri dari 105 pasien sembuh, 102 pasien masih dalam proses rawat isolasi. Adapula delapan pasien positif Covid-19 meninggal dunia.

“Untuk pasien sembuh sudah menjalani uji swab dan dua kali berturut-turut negatif. Lalu untuk yang rawat isolasi masih terus observasi hingga kesehatan membaik dan didapatkan dua kali uji swa negatif,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo membenarkan adanya laporan karyawan Indogrosir Mlati positif. Berdasarkan penelusuran, kedua karyawan tersebut mengikuti rapid diagnose test (RDT) pada tanggal 15 Mei. Berlanjut uji swab dan dinyatakan positif Covid-19.

Pasca munculnya hasil, timnya segera melakukan tracing kepada keluarga dan lingkungan tinggal. Untuk selanjutnya ditindak lanjuti dengan RDT kepada kontak erat pasien.

“Iya di luar yang 60 karyawan RDT duluan. Total karyawan yang dinyatakan positif mencapai 36 karyawan. Ini diluar kasus 79, jadi kalau akumulasi ya 37 kasus,” katanya. (dwi/tif)