Huda, 35, terpaksa mengambil rute perjalanan jauh selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Pekerjaannya memaksa dia harus kembali ke Bandung. Alhasil dia mengambil tiket perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) jurusan Surabaya Bandung.

“Perjalanan dinas mas, ini terpaksa berangkat karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Sudah bawa syarat-syarat komplit sebelum beli tiket,” jelasnya ditemui di Stasiun Tugu Jogjakarta, Kamis (21/5).

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jawa Barat ini melengkapi diri dengan beragam syarat. Mulai dari surat tugas, KTP, hingga surat keterangan non reaktif rapid diagnose test (RDT). Untuk syarat terakhir, dia melakukan uji rapid di laboratorium klinis.

Warga Gondokusuman ini sudah sejak Maret berada di Jogjakarta. Oleh atasannya, pria ini diizinkan pulang ke Jogjakarta. Hanya saja tetap menjalani kerja dengan skema work from home (WFH).

“Paling sudah keterangan rapid tes karena ini paling utama. Kalau ke rumah sakit resiko tinggi, jadi akhirnya ke klinik. Semoga tidak susah masuk Bandung karena disana sudah PSBB (pembatasan sosial berskala besar),”  kata pria asli Jogjakarta ini.

Hal yang sama juga terjadi pada Lisa. Perempuan berusia 25 tahun ini harus bertugas ke Banjarmasin. Bedanya dia harus mengurus tiket perjalanan ke Surabaya. Untuk selanjutnya berpindah dengan moda transportasi pesawat.

“Keperluan PNS ke Banjarmasin. Dari Surabaya karena penerbangan di Jogjakarta ditutup jadi lewat sana,” ujarnya.

PT KAI Daop 6 Jogjakarta mencatat angka penumpang masih minim. Perharinya untuk Stasiun Balapan Solo dan Stasiun Tugu Jogjakarta hanya memberangkatkan sekitar 25 penumpang. Baik untuk tujuan Bandung, Jakarta maupun Surabaya. 

Setiap harinya tercatat ada empat perjalanan KLB. Rute Stasiun Gambir menuju Stasiun Turi Surabaya dan Bandung menuju Stasiun Turi Surabaya. Seluruhnya melayani rute perjalanan pulang dan pergi.

“Penumpang KLB, perharinya rata-rata 25 orang. Tidak sampai full gerbongnya. Ini yang (berangkat) dari Jogjakarta sekitar 9 sampai 12 penumpang setiap harinya,” jelas Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto.

Persyaratan baku menjadi penyebab angka penumpang masih minim. Eko memastikan protokol perjalanan berlaku tegas bagi siapapun. Ini sebagai wujud konsekuensi diberlakukannya relaksasi transportasi.

Syarat-syarat wajib diantaranya surat perjalanan dinas, surat non reaktif RDT, surat ijin atasan, surat keterangan lurah bermaterai 6.000. Masih ditambah dengan penggunaan masker selama perjalanan. Apabila tak memenuhi syarat maka harus balik kanan. 

“Penerapan protokol covid sepeti suhu itu jalan terus. Penumpang harus bemasker, kalau tidak pakai masker langsung dikembalikan tiketnya. Di dalam kereta juga harus pakai masker,” tegasnya.

PT KAI Daop 6 sendiri telah mengembalikan sekitar 20 ribu tiket lebaran. Pengembalian bea tiket berlangsung cepat tanpa harus menunggu 40 hingga 100 hari. Rata-rata melayani rute Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Skenario medis penanganan Covid-19 telah disiapkan. Setiap stasiun selalu ada tim medis yang bersiaga. Tak hanya untuk penumpang sakit tapi juga kejadian terburuk. Misalnya apabila ada penumpang meninggal dunia. Entah diduga akibat Covid-19 atau tidak.

“Tenaga medis ada di stasiun, karena disana ada unit kesehatan. Sudah kami simulasikan jika ada kejadian. Ada protapnya termasuk menggunakan APD saat penanganan kasus medis,” katanya.(dwi/tif)