RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman menyebutkan terdapat penambahan jumlah masyarakat yang terindikasi Covid-19 sebanyak 18 orang dari klaster Indogrosir usai dilakukan rapid test tahap kedua yang digelar di GOR Pangukan, Sleman, Selasa (19/5). Sementara pada rapid test tahap pertama, 16 orang dinyatakan negatif dari hasil swab test.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi mengatakan, 18 orang mendapat hasil reaktif itu dari total 348 pengunjung yang hadir. Pelaksanaan rapid test yang digelar kemarin adalah lanjutan dari kegiatan rapid test sebelumnya. Ini sebagai tindaklanjut pemeriksaan pengunjung Indogrosir yang datang ke toko swalayan tersebut pada periode 19 April – 4 Mei  lalu.  Rapid test tahap kedua ini, rencananya akan digelar sampai 21 Mei. Dengan target pengetesan per hari 500 orang. “Bagi yang reaktif akan difasilitasi puskesmas yang mewilayahi untuk seanjutnya diantar ke pusat karantina kesehatan atau Asrama Haji,’’ ujarnya.

Meski ada penambahan jumlah yang terindikasi Covid-19 dari klaster Indogrosir. Kabar baiknya, gugus tugas menyatakan ada beberapa orang yang dinyatakan negatif terinfeksi Covid-19 dari hasil swab test. Mereka sebelumnya mendapat hasil reaktif dari rapid tahap pertama yang digelar 14 Mei – 16 Mei lalu.

Kepala Bidang Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan menyatakan, total ada 16 orang dinyatakan negatif Covid-19 dari hasil swab test. Mereka ini sebelumnya dikarantina di Gedung Asrama Haji dan telah diizinkan pulang ke rumah masing-masing.

Menurutnya, laporan hasil swab 1 dan 2 pengunjung Indogrosir tertanggal 18 Mei  sampai pukul 12.45, untuk swab di RS Bhayangkara 13 orang hasil negatif. Di RSUD Sleman ada tiga orang. “Kepada 16 orang yang mendapat hasil swab negatif ini harus melanjutkan isolasi mandiri di rumah,” ujar Makwan. (inu/din)